Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 03.23 WIB

Orang yang Selalu Membandingkan Harga Sebelum Membeli, Bahkan untuk Pembelian Kecil Sekali Pun Cenderung Punya 8 Ciri Ini

Ilustrasi orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli, bahkan untuk pembelian kecil sekali pun. (freepik/ aleksandarlittlewolf) - Image

Ilustrasi orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli, bahkan untuk pembelian kecil sekali pun. (freepik/ aleksandarlittlewolf)

JawaPos.com - Pernahkah kamu mengenal seseorang yang sebelum membeli barang, entah itu hanya sabun mandi atau camilan ringan, selalu meluangkan waktu untuk membandingkan harga terlebih dahulu?

Atau mungkin, kamu sendiri termasuk orang yang tidak akan merasa puas sebelum yakin bahwa pilihanmu adalah yang paling hemat dan masuk akal secara finansial?

Kebiasaan ini sering kali dianggap remeh, bahkan dicap terlalu pelit atau terlalu berhitung.

Padahal, di balik kebiasaan membandingkan harga secara detail itu, tersimpan pola pikir dan karakteristik unik yang terbentuk dari pengalaman hidup, khususnya sejak masa kecil.

Orang-orang yang memiliki kecenderungan ini biasanya bukan hanya sekadar ingin irit, tapi mereka menyimpan nilai, pengalaman, dan pandangan hidup tertentu yang membentuk cara mereka memperlakukan uang.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Rabu (9/4), berikut merupakan 8 ciri yang dimiliki oleh orang yang selalu membandingkan harga sebelum membeli, bahkan untuk pembelian kecil sekali pun.

1. Mereka tumbuh di keluarga yang hemat

Orang yang sejak kecil tinggal di lingkungan keluarga yang terbiasa hidup hemat, akan tumbuh dengan kebiasaan yang sama.

Di rumah mereka, setiap pengeluaran dipikirkan matang-matang, dan keputusan membeli sesuatu selalu melibatkan pertimbangan harga dan kebutuhan.

Misalnya, sebelum membeli satu jenis makanan atau pakaian, orang tua mereka mungkin akan membandingkan harga dari berbagai toko, atau menunggu momen diskon.

Kebiasaan ini secara tidak langsung tertanam di dalam diri anak-anaknya, sehingga ketika mereka dewasa, mereka menjadi pribadi yang cermat dan teliti dalam urusan uang.

Mereka bukan pelit, tapi terbiasa menilai apakah harga suatu barang itu layak atau tidak. Bahkan untuk belanja kecil, seperti membeli sabun atau cemilan, mereka tetap membandingkan harga demi memastikan tidak ada yang terbuang sia-sia.

2. Mereka pernah mengalami kesulitan keuangan

Orang yang di masa kecilnya pernah mengalami krisis keuangan atau kondisi hidup yang serba terbatas, cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat menghargai nilai uang.

Mereka tahu rasanya tidak punya cukup uang untuk membeli sesuatu yang diinginkan, atau harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan barang yang sederhana.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore