Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 03.19 WIB

Inilah 5 Hal yang Diremehkan oleh Gen Z Walaupun Sebenarnya Mereka Belum Pernah Mempelajarinya

Ilustrasi Generasi Z. (Freepik) - Image

Ilustrasi Generasi Z. (Freepik)

JawaPos.com – Salah satu ciri khas yang sering dikaitkan dengan Generasi Z, atau mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, adalah kesadaran sosial mereka yang tinggi.

Banyak orang dari Gen Z yang sangat terlibat dalam aktivisme, menghabiskan waktu mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial yang kritis, dan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap perubahan sosial.

Karena kesadaran sosial mereka yang meningkat, banyak orang di Gen Z merasa mereka sudah memahami hidup.

Namun, masih banyak hal yang harus mereka pahami secara menyeluruh. Ada begitu banyak hal yang menurut Gen Z sudah mereka ketahui tentang hidup, tetapi mereka bahkan belum mulai mempelajarinya.

Dilansir dari laman YourTango, berikut 5 hal yang diremehkan oleh Gen Z walaupun mereka belum pernah mempelajarinya.

  1. Menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi

Meskipun Gen Z sangat mendukung keseimbangan kehidupan dan pekerjaan yang stabil, banyak dari mereka yang tidak yakin bagaimana cara mencapainya karena separuh Gen Z yang lebih muda bahkan belum memasuki dunia kerja.

Meskipun ide mencapai keseimbangan kehidupan dan pekerjaan yang sempurna terdengar bagus secara teori, menyeimbangkan karier, kehidupan sosial, dan perawatan diri sering kali lebih sulit dari yang diantisipasi.

Meski begitu, mencari keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan tetap menjadi prioritas bagi banyak orang di Gen Z.

  1. Menangani tanggung jawab sebagai orang dewasa

Generasi Z yang paling tua berusia sekitar 27 tahun. Meskipun mereka dianggap dewasa saat berusia 18 tahun, mereka sebenarnya hanya memiliki beberapa tahun pengalaman sebagai orang dewasa.

Banyak dari mereka yang masih akan terkejut mengetahui semua tanggung jawab yang terkait dengan masa dewasa, termasuk mengelola tagihan, pajak, asuransi, membayar sewa, dan membuat anggaran sedemikian rupa sehingga mereka mampu mencukupi kebutuhan pokok.

Bagi banyak orang Gen Z, memasuki masa dewasa akan menjadi panggilan bangun yang besar, dan mereka akan belajar bahwa itu jauh lebih dari sekadar pergi bekerja dan memasak untuk diri sendiri setiap hari.

  1. Realitas terhadap ketatnya saingan pekerjaan

Banyak Gen Z yang diberi ide keliru bahwa selama mereka memperoleh gelar sarjana di bidang yang mereka inginkan, mendapatkan pekerjaan akan menjadi hal yang mudah!

Sayangnya, pasar kerja telah menjadi lebih kompetitif dan menantang dari sebelumnya, dengan sebagian besar Gen Z melaporkan bahwa mereka tidak begitu beruntung dalam mendapatkan pekerjaan.

Lebih dari 4 juta Gen Z menganggur meskipun memiliki gelar, dan 49% melaporkan bahwa mereka mengalami kesulitan luar biasa dalam mendapatkan pekerjaan

  1. Kompleksitas kesehatan mental

Masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan perlu ditangani dalam jangka panjang, dan sebagian orang gagal memahami bahwa mereka mungkin mengalami banyak kemunduran.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore