Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 16.18 WIB

Mengenal Lima Tahap Berduka dalam Dunia Psikologi: Proses untuk Menerima Kematian Seseorang yang Dicintai

Ilustrasi orang berduka. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang berduka. (Freepik)

JawaPos.com - Ketika seseorang sedang berduka, perasaan dan emosi mereka akan bercampur aduk hingga mereka seakan-akan merasakan segalanya atau bahkan tidak sama sekali.

Dilansir dari Cruse, seorang ahli psikologi bernama Elisabeth Kubler-Ross menciptakan model lima tahap berduka pada bukunya On Death and Dying pada tahun 1969.

Elisabeth menciptakan model tersebut untuk mendeskripsikan orang-orang dengan penyakit parah dalam menghadapi kematian mereka. Namun model ini kemudian lebih sering diadaptasikan sebagai cara untuk berduka secara umumnya.

Lima tahap ini yakni denial (penyangkalan), anger (amarah), bargaining (tawaran), depression (depresi) dan acceptance (penerimaan).

1. Denial (Penyangkalan)

Dilansir dari Grief, penyangkalan adalah tahap pertama dalam lima tahap berduka. Pada tahap ini hidup dan dunia seakan-akan kehilangan artinya.

Karena kesadaran kita masih pada tahap terkejut dan syok. Tubuh kita mati rasa dan pikiran kita berkecamuk.

Kita kebingungan bagaimana cara untuk melanjutkan hidup, walaupun bisa pun mengapa kita tetap hidup.

Penyangkalan dan syok yang kita rasakan ini adalah cara untuk kita mengatasi segala kejadian yang terjadi dan membantu kita bertahan hidup.

Dilansir dari Healthline, dengan menyangkal kita mendapatkan lebih banyak waktu untuk menerima kabar duka dan memprosesnya lebih baik.

Namun ketika kita berpindah ke tahap selanjutnya, emosi yang awalnya tak terasa akan tidak lagi dapat terbendung.

2. Anger (Amarah)

Ketika penyangkalan adalah cara untuk bertahan hidup, amarah adalah cara untuk menyembunyikan emosi dan luka kita.

Amarah ini dapat ditujukan kepada orang lain hingga benda-benda mati. Logika kita tahu bahwa target amarah kita bukanlah yang salah, namun perasaan kita terasa terlalu berat untuk berpikir rasional.

Kemarahan kita bahkan dapat menutupi amarah sendiri, seperti rasa kepahitan dan kebencian.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore