
seseorang yang berduka setelah kehilangan hewan peliharaan. (Freepik/stockking)
JawaPos.com - Kehilangan hewan peliharaan sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Banyak yang berpikir bahwa kesedihan atas kehilangan kucing, anjing, atau hewan lain tidak sebanding dengan kehilangan anggota keluarga. Namun, dalam kajian psikologi, hal ini tidak selalu benar.
Bagi sebagian orang, kehilangan hewan peliharaan justru terasa sangat menyakitkan, bahkan bisa lebih intens daripada kehilangan kerabat tertentu. Hal ini bukan karena mereka tidak menghargai hubungan keluarga, melainkan karena ikatan emosional yang sangat kuat dengan hewan tersebut.
Hewan peliharaan sering menjadi sahabat setia yang hadir setiap hari, mendengarkan tanpa menghakimi, serta memberi rasa aman dan nyaman. Ketika mereka pergi, rasa kehilangan itu bisa terasa sangat dalam.
Menurut berbagai kajian psikologi tentang human–animal bond (ikatan manusia dengan hewan), ada beberapa tipe kepribadian yang cenderung mengalami kesedihan lebih intens saat kehilangan hewan peliharaan.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat enam kepribadian yang sering ditemukan.
1. Memiliki Empati yang Sangat Tinggi
Orang dengan tingkat empati tinggi biasanya mampu merasakan emosi makhluk hidup lain dengan sangat kuat.
Mereka tidak hanya melihat hewan peliharaan sebagai “hewan”, tetapi sebagai makhluk hidup dengan perasaan, kebutuhan, dan kepribadian sendiri. Karena itu, ketika hewan tersebut meninggal atau hilang, rasa kehilangan yang muncul sangat mendalam.
Orang yang empatik juga sering merasa bertanggung jawab secara emosional terhadap kesejahteraan hewan peliharaannya. Mereka terbiasa memperhatikan detail kecil seperti perubahan perilaku, kesehatan, atau suasana hati hewan tersebut.
Akibatnya, hubungan emosional yang terbentuk menjadi sangat kuat.
2. Introvert dan Memiliki Lingkar Sosial Kecil
Orang yang cenderung introvert sering kali memiliki lingkaran pertemanan yang tidak terlalu besar. Mereka lebih nyaman dengan hubungan yang mendalam daripada banyak hubungan yang dangkal.
Dalam kondisi ini, hewan peliharaan sering menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hewan tersebut bisa menjadi teman berbicara, sumber kenyamanan, dan pendamping dalam kesendirian.
Karena interaksi dengan hewan peliharaan terjadi setiap hari, ikatan emosionalnya pun menjadi sangat kuat. Saat hewan itu pergi, rasa kosong yang muncul bisa terasa sangat besar.
3. Sangat Loyal terhadap Hubungan Emosional
Ada tipe kepribadian yang sangat menghargai kesetiaan dan hubungan jangka panjang. Orang dengan karakter ini biasanya sangat berkomitmen terhadap hubungan, baik dengan manusia maupun dengan hewan.
Hewan peliharaan dikenal sebagai makhluk yang sangat setia. Mereka tidak menghakimi, tidak meninggalkan, dan selalu menyambut pemiliknya dengan antusias.
Bagi orang yang menghargai kesetiaan, hubungan ini terasa sangat tulus. Oleh karena itu, kehilangan hewan peliharaan bisa terasa seperti kehilangan sahabat yang sangat dekat.
4. Sensitif Secara Emosional
Orang dengan sensitivitas emosional tinggi biasanya merasakan emosi lebih dalam dibandingkan orang lain.
Mereka bisa merasakan kebahagiaan yang besar dari hal-hal kecil, tetapi juga bisa merasakan kesedihan yang lebih intens saat menghadapi kehilangan.
Dalam konteks hewan peliharaan, sensitivitas ini membuat mereka sangat terhubung secara emosional dengan hewan tersebut. Setiap momen kebersamaan terasa berarti.
Ketika hewan peliharaan meninggal, kenangan-kenangan tersebut bisa membuat proses berduka menjadi lebih dalam.
5. Memiliki Naluri Mengasuh yang Kuat
Sebagian orang memiliki naluri merawat (nurturing instinct) yang sangat kuat.
Mereka senang merawat makhluk hidup lain, memberikan perhatian, serta memastikan makhluk tersebut merasa aman dan nyaman.
Ketika seseorang merawat hewan peliharaan sejak kecil—memberi makan, memandikan, bermain, hingga merawat saat sakit—ikatan yang terbentuk sering kali mirip dengan hubungan orang tua dan anak.
Karena itu, kehilangan hewan peliharaan bisa memicu kesedihan yang sangat mendalam, bahkan mirip dengan kehilangan anggota keluarga.
6. Sangat Menghargai Hubungan yang Tanpa Syarat
Hewan peliharaan memberikan cinta yang sering dianggap tanpa syarat (unconditional love).
Mereka tidak peduli status sosial, pekerjaan, penampilan, atau kesalahan masa lalu pemiliknya. Mereka hanya menunjukkan kasih sayang secara tulus.
Orang yang sangat menghargai hubungan tulus seperti ini biasanya merasa sangat terhubung dengan hewan peliharaannya.
Ketika hubungan yang tulus itu hilang, rasa kehilangan yang muncul bisa sangat kuat.
Mengapa Kesedihan Ini Sering Tidak Dipahami?
Sayangnya, banyak orang masih menganggap duka atas kehilangan hewan peliharaan sebagai sesuatu yang “berlebihan”.
Padahal, menurut psikologi, rasa duka tidak bisa dibandingkan atau diukur secara objektif. Ikatan emosional setiap orang berbeda-beda.
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan adalah teman setia yang menemani mereka dalam berbagai fase kehidupan—mulai dari masa sulit, kesepian, hingga kebahagiaan sehari-hari.
Karena itu, ketika hewan tersebut pergi, rasa kehilangan yang muncul adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi.
Kesimpulan
Kehilangan hewan peliharaan bisa menjadi pengalaman emosional yang sangat mendalam bagi banyak orang. Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan kuatnya ikatan emosional antara manusia dan hewan.
Orang yang memiliki empati tinggi, sensitif secara emosional, introvert, loyal terhadap hubungan, memiliki naluri mengasuh kuat, serta menghargai hubungan tanpa syarat cenderung merasakan duka yang lebih intens ketika kehilangan hewan peliharaan.
