Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Maret 2026, 03.25 WIB

Orang yang Berduka Atas Kehilangan Hewan Peliharaan Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang berduka atas kehilangan hewan peliharaan / Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang berduka atas kehilangan hewan peliharaan / Freepik

JawaPos.com - Kehilangan hewan peliharaan sering kali dianggap sepele oleh sebagian orang. Kalimat seperti “kan cuma hewan” atau “nanti juga bisa pelihara lagi” sering terdengar ketika seseorang sedang berduka atas kepergian hewan kesayangannya.

Namun bagi banyak orang, hewan peliharaan bukan sekadar hewan. Mereka adalah teman hidup, anggota keluarga, bahkan sumber dukungan emosional yang setia.

Dalam dunia psikologi, hubungan manusia dengan hewan dikenal sebagai human–animal bond, yaitu keterikatan emosional yang kuat antara manusia dan hewan. Ikatan ini bisa sangat dalam, sehingga ketika hewan peliharaan meninggal, rasa kehilangan yang muncul dapat menyerupai kehilangan anggota keluarga.

Menariknya, penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar berduka atas kehilangan hewan peliharaan biasanya memiliki beberapa ciri kepribadian tertentu. Ciri-ciri ini bukan tanda kelemahan emosional, justru sering kali berkaitan dengan empati, kedalaman emosi, dan kemampuan menjalin hubungan yang bermakna.

Dilansir dari Silicon Canals pada MInggu (8/3), terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang sangat berduka ketika kehilangan hewan peliharaan.

1. Memiliki Empati yang Tinggi


Ciri paling umum adalah tingkat empati yang tinggi.

Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan makhluk lain. Orang yang sangat berempati tidak hanya peka terhadap emosi manusia, tetapi juga terhadap hewan.

Mereka bisa memahami bahasa non-verbal hewan—seperti ekspresi mata, gerakan tubuh, atau perubahan perilaku. Karena itulah mereka membangun hubungan emosional yang lebih dalam dengan hewan peliharaan mereka.

Ketika hewan tersebut meninggal, mereka tidak hanya kehilangan hewan, tetapi juga kehilangan hubungan emosional yang selama ini mereka rasakan.

2. Memiliki Ikatan Emosional yang Kuat


Beberapa orang mudah menjalin hubungan yang dalam dengan makhluk hidup di sekitarnya.

Dalam psikologi hubungan, orang dengan kecenderungan ini biasanya menghargai kedekatan emosional dan kesetiaan. Hewan peliharaan sering kali memberikan bentuk hubungan yang sangat tulus—tanpa penilaian, tanpa tuntutan sosial, dan penuh penerimaan.

Karena hubungan ini terasa murni dan aman, ikatan emosional yang terbentuk bisa menjadi sangat kuat.

Saat hubungan tersebut berakhir, wajar jika rasa kehilangan terasa sangat nyata.

3. Sensitif Secara Emosional

Orang yang sangat berduka atas kehilangan hewan peliharaan sering memiliki sensitivitas emosional yang tinggi.

Sensitivitas ini berarti mereka merasakan emosi dengan lebih dalam, baik emosi bahagia maupun kesedihan.

Mereka biasanya:

mudah tersentuh oleh cerita menyentuh

peka terhadap penderitaan makhluk lain

mampu merasakan kedalaman pengalaman emosional

Walaupun kadang membuat mereka lebih rentan terhadap kesedihan, sensitivitas ini juga membuat mereka mampu merasakan kasih sayang dan kebahagiaan dengan lebih intens.

4. Memiliki Naluri Merawat yang Kuat


Banyak pemilik hewan melihat hewan peliharaan mereka seperti anak sendiri.

Hal ini berkaitan dengan naluri merawat (nurturing instinct). Orang dengan naluri ini biasanya merasa nyaman ketika merawat, melindungi, dan memastikan kesejahteraan makhluk lain.

Ketika hewan peliharaan meninggal, mereka tidak hanya kehilangan teman, tetapi juga kehilangan peran merawat yang selama ini memberi makna pada kehidupan sehari-hari.

Rutinitas seperti memberi makan, bermain, atau sekadar menemani tiba-tiba hilang, dan hal itu dapat memperdalam rasa kehilangan.

5. Menghargai Hubungan yang Tulus


Hubungan dengan hewan peliharaan sering kali terasa sangat tulus.

Hewan tidak menilai status sosial, penampilan, atau keberhasilan seseorang. Mereka merespons kasih sayang secara langsung dan jujur.

Orang yang menghargai ketulusan hubungan biasanya merasakan kenyamanan besar dari interaksi ini. Hewan peliharaan menjadi sumber penerimaan tanpa syarat (unconditional acceptance).

Ketika hubungan tersebut berakhir, kesedihan muncul karena mereka kehilangan salah satu bentuk hubungan paling jujur dalam hidup mereka.

6. Memiliki Kesadaran Emosional yang Baik


Orang yang berduka mendalam atas hewan peliharaan sering memiliki kesadaran emosional yang tinggi.

Artinya, mereka tidak menekan atau mengabaikan perasaan mereka. Mereka mengakui bahwa kehilangan tersebut memang menyakitkan.

Dalam psikologi, kemampuan untuk mengenali dan menerima emosi merupakan bagian dari kecerdasan emosional.

Alih-alih menutupi kesedihan, mereka mengizinkan diri untuk berduka sebagai bagian dari proses penyembuhan.

7. Memiliki Kapasitas Cinta yang Besar


Pada akhirnya, kesedihan yang mendalam sering kali mencerminkan satu hal sederhana: kemampuan mencintai yang besar.

Orang yang mampu mencintai hewan dengan tulus biasanya memiliki hati yang terbuka terhadap makhluk hidup lain. Mereka tidak membatasi kasih sayang hanya kepada manusia.

Dalam banyak kasus, orang seperti ini juga:

peduli pada lingkungan

menyayangi anak-anak dan orang tua

memiliki kepedulian sosial yang tinggi

Kesedihan mereka bukan tanda kelemahan, tetapi bukti bahwa hubungan yang mereka miliki benar-benar bermakna.

Kesimpulan

Berduka atas kehilangan hewan peliharaan adalah pengalaman yang sangat manusiawi. Hubungan antara manusia dan hewan dapat menjadi sangat dalam, bahkan membentuk bagian penting dari kehidupan emosional seseorang.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang sangat merasakan kehilangan ini sering memiliki beberapa ciri kepribadian seperti empati tinggi, sensitivitas emosional, naluri merawat, serta kemampuan membangun hubungan yang tulus.

Alih-alih dianggap berlebihan, kesedihan tersebut sebenarnya mencerminkan kapasitas empati dan cinta yang besar.

Pada akhirnya, hewan peliharaan mungkin hanya hadir dalam sebagian perjalanan hidup kita. Tetapi bagi banyak orang, mereka meninggalkan jejak kasih sayang yang tidak pernah benar-benar hilang.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore