Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 02.11 WIB

Tanpa Disadari, Inilah 7 Sifat yang Sering Ditunjukkan Orang Tua yang Diam-diam Iri dengan Kesuksesan Anak Sendiri

Ilustrasi sifat yang sering ditunjukkan oleh orang tua yang sebenarnya merasa iri dengan kesuksesan anaknya. (Freepik) - Image

Ilustrasi sifat yang sering ditunjukkan oleh orang tua yang sebenarnya merasa iri dengan kesuksesan anaknya. (Freepik)

JawaPos.Com - Dalam beberapa situasi, ternyata tidak semua orang tua bisa dengan tulus merayakan kesuksesan anak-anak mereka. 

Meskipun seharusnya orang tua menjadi pendukung terbesar, ada kalanya mereka justru merasa terancam atau iri dengan pencapaian yang telah diraih sang anak. 

Perasaan ini sering kali muncul tanpa disadari, terbungkus dalam bentuk kritik halus, tekanan yang berlebihan, atau ketidakpuasan yang terus-menerus. 

Tanpa niat buruk, beberapa orang tua bisa saja menunjukkan tanda-tanda iri terhadap keberhasilan anak mereka.

Dilansir dari Hack Spirit, inilah tujuh sifat yang sering ditunjukkan oleh orang tua yang sebenarnya merasa iri dengan kesuksesan anaknya.

1) Ambisi Pribadi yang Belum Terselesaikan

Setiap individu memiliki impian dan cita-cita yang ingin mereka capai dalam hidupnya. 

Namun, tidak semua orang berhasil mewujudkannya. Beberapa orang tua mungkin pernah memiliki harapan besar terhadap masa depan mereka sendiri, tetapi karena berbagai keterbatasan, entah itu ekonomi, keadaan keluarga, atau pilihan hidup yang mereka ambil, impian tersebut tidak pernah terwujud. 

Ketika mereka melihat anak mereka berhasil mencapai sesuatu yang pernah mereka dambakan, perasaan iri bisa muncul secara tidak sadar. 

Mereka mungkin merasa bahwa anak mereka hidup dalam kondisi yang lebih baik, memiliki kesempatan yang lebih luas, dan mampu meraih sesuatu yang bagi mereka hanya menjadi angan-angan.

Ketidaksadaran akan rasa iri ini sering kali muncul dalam bentuk sikap yang tampaknya sepele, seperti membandingkan pencapaian anak dengan pengalaman mereka sendiri atau mencoba mengambil kredit atas keberhasilan anak. 

Dalam beberapa kasus, mereka bahkan bisa meremehkan keberhasilan tersebut, bukan karena tidak bangga, tetapi lebih karena ada perasaan kecewa terhadap diri sendiri yang tidak bisa mereka akui secara langsung.

2) Takut Menjadi Usang

Sebagai orang tua, banyak individu yang merasa memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore