
Ilustrasi orang yang overthinking pada malam hari (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Apakah pikiran Anda dipenuhi dengan berbagai pikiran begitu kepala Anda menyentuh bantal? Anda tidak sendirian.
Overthinking sebelum tidur adalah hal yang umum, dan psikologi memiliki beberapa wawasan menarik mengenai kebiasaan malam hari dari mereka yang sering mengalami kesulitan ini.
Dalam artikel ini, kamu telah merangkum tujuh kebiasaan yang sering dilakukan orang yang overthinking sebelum tidur, dilansir dari laman Hack Spirit, Kamis (3/4).
1. Penundaan Waktu Tidur
Ini mungkin terdengar familiar, Anda terus menunda tidur, bahkan saat Anda lelah. Fenomena ini, yang dikenal sebagai penundaan waktu tidur, merupakan kebiasaan umum di antara orang yang suka overthinking.
Hal ini terjadi karena pikiran untuk menyendiri dengan pikiran kita bisa sangat menakutkan. Berpikir berlebihan dapat mengubah masa sebelum tidur yang biasanya damai menjadi masa stres dan cemas.
Untuk menghindarinya, kita akhirnya begadang, mengalihkan perhatian dengan acara TV, menggulir media sosial, atau bahkan mengerjakan tugas hingga larut malam.
Hal ini hanya menunda hal yang tidak dapat dihindari dan sering kali menyebabkan pola tidur terganggu. Mengenali pola ini adalah langkah pertama untuk mengatasinya.
2. Menganalisis secara Berlebihan Kejadian Hari Itu
Sebuah kebiasaan yang cukup umum di antara kita yang suka berpikir berlebihan di malam hari, adalah membedah dan menganalisis setiap kejadian di hari itu sebelum tidur.
Apakah saya mengatakan hal yang benar pada pertemuan itu? Apakah saya dapat menangani diskusi itu dengan teman saya dengan lebih baik? Ini adalah jenis pertanyaan yang mulai membanjiri pikiran mereka begitu mereka berbaring di tempat tidur.
Rasanya seperti otak kita memutuskan untuk memutar ulang kejadian seharian penuh, mencari hal-hal yang seharusnya bisa kita lakukan secara berbeda. Masalahnya, tinjauan mental ini sering kali berputar menjadi pusaran 'bagaimana jika' dan 'seharusnya', sehingga menyulitkan untuk mematikan diri dan tidur.
Meskipun refleksi itu penting, penting juga untuk mengetahui kapan harus berhenti. Tidak semua hal perlu dianalisis dan tidak semua percakapan memerlukan post-mortem. Terkadang, tidak apa-apa membiarkan semuanya berjalan apa adanya.
3. Membuat Skenario Hipotetis
Orang yang suka overthinking sering kali punya bakat menciptakan skenario hipotetis. Begitu lampu padam, pikiran mereka mulai merangkai cerita rumit tentang situasi yang belum terjadi, dan mungkin tidak akan pernah terjadi sama sekali.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
