Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 04.32 WIB

Ciri Orang yang Tidak Suka Menginjak Retakan Trotoar, 8 Perilaku Alam Bawah Sadar yang Memengaruhi

Ciri Orang yang Tidak Suka Menginjak Retakan Trotoar, 8 Perilaku Alam Bawah Sadar yang Memengaruhi - Image

Ciri Orang yang Tidak Suka Menginjak Retakan Trotoar, 8 Perilaku Alam Bawah Sadar yang Memengaruhi

JawaPos.com - Kita semua pernah melihatnya, bukan? Seorang teman (atau mungkin anda!) yang berjalan hati-hati di trotoar, dengan cermat menghindari setiap retakan di jalan.

Sekilas, hal itu mungkin tampak seperti kebiasaan yang tidak berbahaya atau mungkin takhayul yang tersisa dari masa kecil. Tapi ternyata, kebiasaan ini bisa mengungkap ciri kepribadian dan kondisi psikologis tertentu yang menarik untuk dibahas.

Orang yang tidak suka menginjak retakan trotoar sering kali memiliki kebiasaan unik yang berasal dari perilaku alam bawah sadar mereka.

Dari kecenderungan mencari pola hingga kebutuhan akan rasa aman, dilansir dari Blog Herald pada Rabu (26/3) berikut adalah delapan alasan mengapa seseorang bisa menghindari celah di trotoar tanpa menyadarinya.

1. Kecenderungan Menemukan Pola di Mana-Mana

Salah satu hal pertama yang sering terlihat pada orang yang tidak suka menginjak retakan trotoar adalah kebiasaan mereka dalam menemukan pola di mana-mana. Otak mereka mendambakan keteraturan dan prediktabilitas.

Seolah-olah perilaku alam bawah sadar mereka terus-menerus memindai lingkungan untuk mencari pola, seperti menghitung ubin lantai, memperhatikan objek simetris, atau menghindari menginjak garis.

Ada alasan ilmiah di balik ini. Otak manusia memang dirancang untuk mencari pola agar bisa memprediksi sesuatu dan merasa lebih aman.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang memiliki kebiasaan ini mungkin juga lebih suka menata barang di meja kerja dengan sangat rapi atau selalu memastikan barang-barang pribadi mereka diletakkan di tempat yang sama.

2. Takut Tertimpa Kesialan

Takhayul seperti "Injak retakan, punggung ibumu akan patah" mungkin terdengar kekanak-kanakan, tetapi beberapa orang tetap mempertahankan kepercayaan semacam itu hingga dewasa. Perilaku alam bawah sadar ini sering kali berakar dari ketakutan terhadap nasib buruk, betapapun kecilnya.

Ketakutan ini bisa meluas ke aspek lain dalam hidup mereka. Misalnya, ada yang selalu mengenakan pakaian keberuntungan saat wawancara kerja atau menghindari berjalan di bawah tangga.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai cognitive bias, di mana seseorang secara tidak sadar menghubungkan tindakan tertentu dengan hasil yang sebenarnya tidak berkaitan.

3. Terobsesi dengan Detail

Jika anda mengenal seseorang yang sangat teliti—orang yang langsung menyadari jika ada bingkai foto yang miring atau noda kecil di baju—kemungkinan besar mereka juga termasuk orang yang tidak suka menginjak retakan trotoar. Ini karena mereka cenderung memperhatikan hal-hal kecil yang sering diabaikan oleh orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore