Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 20.57 WIB

7 Kebiasaan Orang yang Kehilangan Empati Seiring Bertambahnya Kekayaan, Salah Satunya Terjebak Ilusi Kemandirian

Ilustrasi- Orang kaya baru yang suka membuat old money malu (drobotdean-freepik) - Image

Ilustrasi- Orang kaya baru yang suka membuat old money malu (drobotdean-freepik)

JawaPos.com - Dalam perjalanan hidup, banyak orang yang bermimpi untuk meraih kesuksesan finansial yang besar, berpikir bahwa kekayaan akan membawa kebahagiaan dan kebebasan. Namun, tahukah Anda bahwa tidak sedikit orang yang justru kehilangan empati dan hubungan yang berarti dengan orang lain seiring bertambahnya harta?

Keberhasilan materi memang memberikan banyak kemudahan, namun seringkali juga membawa dampak psikologis yang kurang disadari.

Salah satu dampaknya adalah terjebak dalam ilusi kemandirian penuh dan kehilangan rasa terhadap tantangan yang dihadapi oleh banyak orang.

Dalam artikel ini, melansir DMNews, kita akan membahas tujuh kebiasaan yang sering muncul pada orang yang kehilangan empati seiring dengan bertambahnya kekayaan mereka.

1. Hidup dalam "gelembung" sendiri

Orang yang semakin kaya cenderung membangun lingkungan yang terisolasi dari realitas kebanyakan orang. Mereka hanya bergaul dengan orang-orang dari kelas sosial yang sama dan semakin jauh dari kehidupan yang lebih sederhana.

Akibatnya, mereka sulit memahami perjuangan orang lain dan menjadi kurang peka terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat luas.

2. Kehilangan rasa terhadap nilai uang

Ketika seseorang memiliki lebih dari cukup secara finansial, mereka bisa kehilangan pemahaman akan nilai uang dalam kehidupan sehari-hari.

Hal-hal yang dulu terasa mahal menjadi biasa saja, dan mereka mungkin mulai meremehkan perjuangan orang yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Ini dapat menyebabkan kurangnya empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.

3. Ilusi kemandirian penuh

Salah satu kesalahpahaman terbesar yang sering dimiliki orang kaya adalah merasa bahwa mereka sepenuhnya mandiri.

Mereka lupa bahwa kesuksesan mereka juga didukung oleh banyak faktor, seperti keberuntungan, dukungan orang lain, dan kesempatan yang tersedia. Ilusi ini membuat mereka memandang rendah orang yang belum mencapai tingkat keberhasilan yang sama.

4. Mengutamakan kesuksesan dibandingkan hubungan

Ambisi yang tinggi sering kali membawa seseorang menuju kesuksesan finansial, tetapi jika tidak diimbangi dengan empati, hubungan dengan orang lain bisa menjadi korban.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore