Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 21.13 WIB

7 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi, tapi Sering Meragukan dan Tak Percaya Diri Sendiri

Ilustrasi seseorang yang mempunyai IQ lebih tinggi daripada 95% orang. (Freepik)

 
JawaPos.com - Menjadi orang ber-IQ tinggi alias dengan kecerdasan tinggi tak melulu baik-baik saja. Hal ini berimbas banyak pada kehidupan. Termasuk pada soal kepercayaan diri.
 
Meski banyak dipercaya untuk menyelesaikan banyak persoalan, orang ber-IQ tinggi biasanya tidak percaya diri. Banyak orang cerdas yang justru terjebak dalam siklus overthinking dan self-doubt tersebut. 
 
Pasalnya, semakin dalam pemahaman seseorang, semakin sadar pula ia akan hal-hal yang belum diketahuinya. Ini bisa berujung pada keraguan, penundaan, bahkan sabotase diri. 
 
 
Nah, berikut tujuh kebiasaan yang sering dilakukan orang cerdas saat dilanda keraguan terhadap diri sendiri, dikutip dari Blog Herald, Kamis (20/3).
 
1. Terlalu Menganalisis Hal Sederhana
 
Pernah menulis ulang pesan berkali-kali sebelum mengirimnya? Atau ragu-ragu memilih kapan harus mengirim email?
 
Orang cerdas sering kali melihat berbagai kemungkinan dalam setiap keputusan, termasuk yang sederhana sekalipun. Ini bisa jadi kelebihan dalam pemecahan masalah, tetapi juga bisa melelahkan jika diterapkan pada hal-hal kecil.
 
Seperti yang dikatakan Daniel Kahneman dalam Thinking, Fast and Slow, otak kita memiliki dua cara berpikir: cepat dan intuitif, serta lambat dan analitis. Tantangannya adalah mengetahui kapan harus mempercayai insting tanpa terlalu banyak berpikir.
 
2. Meremehkan Prestasi Sendiri
 
Saat menerima pujian, apakah Anda cenderung berkata, “Ah, itu biasa saja” atau “Siapa pun bisa melakukannya”?
 
Orang cerdas sering kali lebih fokus pada hal-hal yang masih bisa diperbaiki daripada merayakan pencapaiannya. Mereka menganggap kesuksesan sebagai hasil keberuntungan atau faktor eksternal, bukan karena kemampuan mereka sendiri.
 
Padahal, jika Anda terus menerus berhasil, itu bukan kebetulan. Mulailah menerima pujian dan mengakui kerja keras yang telah Anda lakukan.
 
3. Selalu Merasa Perlu Belajar Lagi Sebelum Bertindak
 
Mencari informasi sebelum mengambil keputusan itu bagus. Tapi kalau sampai merasa butuh satu buku lagi atau kursus tambahan sebelum bertindak, itu bisa menjadi bentuk penundaan terselubung.
 
Belajar memang penting, tetapi ada titik di mana Anda harus mulai bertindak. Ingat, pembelajaran terbaik sering kali terjadi dalam proses, bukan hanya di teori.
 
4. Takut Terlihat Sombong
 
Tak ada yang suka dengan orang sok tahu. Karena itu, banyak orang cerdas cenderung merendahkan pendapatnya atau mengawali opini dengan, “Mungkin saya salah, tapi...”
 
Sering kali ini terjadi karena pengalaman di masa lalu, ketika mereka dikritik atau dianggap terlalu dominan. Akibatnya, mereka lebih memilih untuk mengecilkan diri agar tidak dianggap arogan.
 
Tapi ingat, menyampaikan pendapat dengan percaya diri bukan berarti sombong. Itu berarti Anda menghargai pandangan dan pengetahuan yang Anda miliki.
 
5. Terus Memikirkan Kesalahan Lama
 
Pernah merasa malu karena sesuatu yang terjadi minggu lalu dan terus-terusan memikirkannya?Orang cerdas yang meragukan diri sendiri cenderung mengulang-ulang kesalahan dalam pikirannya. Mereka terus memikirkan apa yang seharusnya mereka katakan atau lakukan dengan cara berbeda.
 
Padahal, kebiasaan ini bisa menguras energi dan bahkan berisiko menyebabkan stres serta kecemasan. Belajar dari kesalahan memang baik, tapi jangan biarkan itu mendefinisikan nilai diri Anda.
 
6. Merasa Orang Lain Meragukan Kemampuannya
 
Meskipun mereka sebenarnya sangat kompeten, orang cerdas yang meragukan diri sendiri sering berpikir bahwa orang lain melihat mereka kurang mampu.
 
Akibatnya, mereka merasa perlu menjelaskan alasan di balik keputusan mereka secara berlebihan atau bekerja ekstra keras hanya untuk membuktikan diri.
 
Padahal, kebanyakan orang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan kesalahan atau kekurangan kita seperti yang kita bayangkan.
 
7. Menjadi Kritikus Terberat bagi Diri Sendiri
 
Orang cerdas sering kali memiliki standar yang sangat tinggi untuk dirinya sendiri. Mereka lebih fokus pada kekurangan daripada kelebihan, dan merasa pencapaian mereka masih belum cukup.
 
Seperti kata Michelle Obama, “Kesuksesan Anda akan ditentukan oleh kepercayaan diri dan keteguhan hati Anda.” Jadi, cobalah memperlakukan diri sendiri dengan lebih lembut—seperti Anda memperlakukan sahabat yang sedang butuh dukungan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore