
Ilustrasi orang yang tetap tenang saat masa-masa sulit. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap kehidupan manusia pasti mengalami pasang surut. Semua keinginan yang sudah direncanakan bisa saja tiba-tiba gagal. Tapi kita perlu bertahan, bahkan membuat semuanya tetap indah meskipun berada di masa-masa sulit.
Dalam menghadapi masa-masa sulit ini terkadang kita tidak selalu butuh bantuan yang hebat atau aksi heroik lainnya. Tapi cukup dengan kata-kata yang menenangkan jiwa.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Selasa (18/03), inilah 7 kutipan inspirasi dari Jalaluddin Rumi yang membuat jiwamu semakin kuat saat menghadapi masa-masa sulit :
Terluka bukanlah sesuatu yang kita inginkan. Itu menyakitkan, sulit, dan terkadang bisa terasa seperti akhir dunia. Tetapi Rumi menawarkan perspektif yang berbeda.
Dia menyarankan bahwa luka-luka serta pengalaman menyakitkan yang kita alami sebenarnya adalah celah bagi cahaya dan kebijaksanaan untuk memasuki hidup ini.
Kutipan ini adalah pengingat yang bahwa tidak perlu terlalu menyesali perjuangan yang telah dilakukan. Tapi lihatlah bahwa ini merupakan kesempatan untuk pertumbuhan dan pencerahan.
Jadi, jika hidup sedang menjatuhkanmu, ingatlah kutipan ini. Alih-alih berkubang dalam keputusasaan, kenali potensi cahaya dan kebijaksanaan untuk meresap ke dalam luka tersebut.
Ini adalah perubahan perspektif yang dapat membuat semua berbeda, mengubah masa sulit menjadi perjalanan transformatif penemuan diri dan pertumbuhan pribadi.
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kehilangan tidak berarti sesuatu hilang selamanya, tapi hanya mengubah bentuk. Kutipan ini juga mengajari bahwa bahkan di saat-saat tergelap sekalipun, kita seharusnya tidak terlalu berduka.
Apapun yang dihilangkan memiliki cara untuk kembali kepada kita, mungkin tidak dalam bentuk yang diharapkan, tetapi seringkali dalam bentuk yang dibutuhkan.
Kata-kata Rumi menggemakan kebenaran yang mendalam. Kita semua memiliki potensi dan kemampuan yang belum dimanfaatkan, tapi lebih sering diabaikan.
Kutipan ini adalah ajakan untuk bertindak. Ini mendesak kita untuk mengenali kekuatan dan kemampuan dalam diri. Oleh karena itu, jangan membatasi diri untuk merangkak ketika terlahir dengan potensi untuk terbang.
Di dunia kita yang serba cepat, diam adalah komoditas langka. Kita terus-menerus dikelilingi oleh kebisingan, baik itu fisik maupun mental. Kutipan Rumi berfungsi sebagai pengingat lembut tentang kekuatan keheningan untuk introspeksi diri.
Ketika kita menenangkan pikiran, akan membuka ruang bagi kebijaksanaan dan kejelasan untuk meresap. Jadi di saat-saat sulit, alih-alih tersesat dalam kekacauan, mundurlah selangkah, rangkullan keheningan, serta jadilah diri yang tenang.
Kamu akan terkejut dengan wawasan yang dapat kamu peroleh ketika mematikan kebisingan dan menyesuaikan diri dengan diri sendiri. Ketenangan ini mungkin hanya menahan jawaban yang kamu cari.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
