Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 00.27 WIB

Menurut Psikologi, Inilah 8 Kebiasaan Orang yang Sangat Baik Hati hingga Dirinya Sering Dimanfaatkan

Ilustrasi orang yang sangat baik hati (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menjadi seseorang yang baik hati memang sering bisa terasa seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, kamu dapat menyebarkan energi positif dan kehangatan, membuat orang lain merasa dihargai, bahkan dicintai. Di sisi lain, sikap baik hati ini kadang justru menjadikanmu sasaran untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

Dalam konteks ini, psikologi mengungkapkan kebiasaan-kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh mereka yang terlalu murah hati, hingga tak jarang dianggap diremehkan oleh orang sekitar. Merangkum dari laman Geediting, berikut ini beberapa kebiasaan orang yang sangat baik hati hingga dirinya sering simanfaatkan menurut psikologi.

1. Sering Mengatakan "Ya"

Orang yang baik hati sering dikenal sebab kemurahan hati dan kesediaannya membantu, namun mereka cenderung sulit mengatakan 'tidak'. Psikologi menyatakan bahwa ini berasal dari keinginan mereka untuk menjaga keharmonisan dan menghindari konflik. Mereka lebih memilih menambah beban daripada mengecewakan orang lain.

Sayangnya, kebiasaan ini sering dimanfaatkan oleh orang lain yang tahu mereka enggan menolak. Meskipun keinginan membantu patut dihargai, tetapi penting bagi mereka mengingat bahwa mengatakan 'tidak' terkadang bukanlah hal yang salah. Itu bukan berarti mereka kurang peduli, malah bisa membantu mereka menetapkan batasan dan menghindari eksploitasi.

2. Terlalu Berempati

Salah satu sifat khas orang baik hati adalah empati yang mendalam. Mereka begitu merasakan penderitaan orang lain hingga kadang hal itu mulai memengaruhi kesehatan mental dan emosional mereka sendiri. Walaupun empati merupakan kualitas yang luar biasa, berempati secara berlebihan bisa memicu kelelahan.

Lebih parahnya, ini membuka peluang bagi orang-orang yang suka memanipulasi demi memanfaatkan kebaikan mereka demi keuntungan pribadi. Orang yang sangat empatik supaya belajar mengelola perasaan ini dan juga menjaga perawatan diri. Dengan begitu, mereka bisa tetap baik hati tanpa harus takut dimanfaatkan.

3. Mengabaikan Kepentingan Pribadi

Tahukah kamu bahwa orang baik hati sering mengabaikan kebutuhan dan minat mereka sendiri? Ini bukan karena mereka tidak peduli, tetapi akibat mereka lebih mengutamakan orang lain. Psikologi menyebut ini sebagai sifat keramahan, yaitu keinginan menyenangkan orang lain dan menghindari konflik.

Namun, jika kebiasaan ini berlanjut, mereka dapat merasa terkuras dan tidak puas, bahkan menjadi sasaran empuk bagi orang yang ingin memanfaatkan kebaikan mereka. Maka, penting bagi orang baik hati menyeimbangkan perhatian terhadap orang lain dengan merawat diri sendiri, agar tidak mudah dimanfaatkan.

4. Terlalu Cepat Percaya

Orang baik hati cenderung mudah percaya. Mereka melihat yang terbaik dalam diri orang lain, memberi keuntungan dari keraguan, dan umumnya mengabaikan peringatan bahaya.  Karena percaya pada kebaikan manusia, maka mereka mudah membuka diri untuk hubungan dan koneksi.

Sayangnya, kepercayaan ini kadang disalahgunakan oleh mereka yang tidak berniat baik. Kepercayaan memang penting dalam hubungan, namun orang baik hati perlu ingat bahwa kepercayaan harus diperoleh. Mereka perlu hati-hati agar optimisme tidak membuatnya terjebak dalam situasi atau dengan orang yang berpotensi merugikan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore