
Ilustrasi orang yang selalu punya
JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah menetapkan tujuan besar dalam hidup, misalnya seperti menurunkan berat badan, menabung untuk liburan impian, atau bahkan membangun bisnis sendiri. Namun, tidak semua orang berhasil mencapainya.
Ada yang selalu bersemangat di awal, tetapi kemudian kehilangan motivasi di tengah jalan. Ada juga yang terus menetapkan tujuan baru, tetapi tak satu pun yang benar-benar tercapai.
Jika ini terdengar familiar, mungkin ada pola yang tanpa disadari terus berulang. Sering kali, kegagalan dalam mencapai tujuan bukan karena kurangnya kemampuan atau kesempatan, tetapi karena adanya kebiasaan atau pola pikir tertentu yang menghambat diri sendiri.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (14/3), berikut merupakan 7 ciri yang dimiliki oleh orang yang selalu punya 'goals' alias tujuan tapi tidak pernah benar-benar mencapainya.
1. Tidak memiliki alasan yang jelas
Banyak orang menetapkan tujuan karena merasa itu adalah sesuatu yang "seharusnya" dilakukan, bukan karena benar-benar memiliki keinginan yang kuat dari dalam diri mereka.
Misalnya, seseorang bisa saja mengatakan ingin menurunkan berat badan atau belajar keterampilan baru, tetapi mereka tidak memiliki alasan yang benar-benar bermakna di balik tujuan itu.
Jika seseorang hanya mengejar sesuatu karena tekanan sosial atau tren, mereka akan mudah kehilangan motivasi begitu menghadapi kesulitan.
Sebaliknya, ketika sebuah tujuan memiliki makna yang lebih dalam, seperti ingin hidup lebih sehat agar bisa bermain dengan anak-anak lebih lama, seseorang akan lebih mungkin bertahan meskipun ada tantangan.
2. Menetapkan harapan yang tidak realistis
Banyak orang gagal mencapai tujuan karena mereka menetapkan standar yang terlalu tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Misalnya, seseorang yang jarang berolahraga tiba-tiba menetapkan target untuk berlari 10 km setiap hari.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan, tetapi setelah beberapa hari, tubuhnya merasa kelelahan, dan akhirnya ia berhenti.
Ketika seseorang menetapkan target yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan keadaan dan kebiasaan mereka sebelumnya, mereka cenderung merasa kewalahan dan akhirnya menyerah.
Lebih baik menetapkan langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan secara konsisten daripada memaksakan diri dengan harapan yang tidak realistis.
3. Takut gagal hingga memilih untuk menghindar

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
