
Ilustrasi seseorang yang hidup nyaman dan damai tanpa menjadi kaya. (Freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, kita semua menginginkan lebih banyak kedamaian dalam hidup kita. Namun terkadang, perilaku kita sendiri menghalangi kita untuk mencapai ketenangan ini.
Sama seperti orang pintar yang menggunakan frasa tertentu untuk mempengaruhi orang lain tanpa manipulasi, orang yang bijak juga tahu bahwa melepaskan perilaku tertentu dapat mengundang lebih banyak kedamaian ke dalam hidup mereka.
Dalam perjalanan hidup, terkadang mengucapkan selamat tinggal adalah langkah yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesejahteraan. Terutama jika menyangkut perilaku tertentu yang dapat merusak kedamaian batin kita.
Dikutip dari geediting pada Rabu (12/3), berikut ini adalah empat perilaku yang mungkin ingin Anda pertimbangkan untuk Anda tinggalkan jika Anda menginginkan kehidupan yang lebih damai seiring bertambahnya usia.
1) Terpaku pada masa lalu
Seiring bertambahnya usia, sangat mudah untuk terjebak dalam nostalgia dan kehilangan diri kita sendiri di masa lalu. Namun, terus menerus hidup di masa lalu dapat merampas kedamaian yang kita cari di masa kini.
Sudah menjadi sifat manusia untuk merefleksikan pengalaman masa lalu. Namun, mengenang kembali luka lama atau merindukan “masa lalu yang indah” dapat menguras emosi. Hal ini menghalangi kita untuk mengalami dan menghargai momen saat ini.
Tentu saja, penting untuk belajar dari masa lalu dan menghargai kenangan indah. Namun, sama pentingnya untuk melepaskan pengalaman masa lalu yang negatif dan tidak membiarkannya mendefinisikan masa kini atau masa depan kita.
Melepaskan bukan berarti melupakan atau mengabaikan masa lalu kita. Melepaskan berarti menerima apa yang telah terjadi, belajar darinya, dan melangkah maju dengan lapang dada.
Mengucapkan selamat tinggal pada perilaku ini tidak berarti menghapus masa lalu Anda. Ini hanya berarti mengubah cara Anda berhubungan dengannya. Ini adalah tentang mengakui sejarah Anda tanpa membiarkannya mengendalikan masa kini.
Jadi, jika Anda mencari kedamaian seiring bertambahnya usia, ini bisa menjadi langkah pertama yang sangat baik. Lepaskan masa lalu Anda dan rangkullah masa kini. Perubahan sederhana ini dapat menjadi transformatif untuk ketenangan pikiran Anda.
2) Terlalu kritis terhadap diri sendiri
Saya akan menjadi orang pertama yang mengakuinya, saya telah menjadi pengkritik terburuk bagi diri saya sendiri lebih dari yang bisa saya hitung.
Seiring bertambahnya usia, saya menyadari betapa besar kerugian yang saya derita akibat kritik diri ini. Rasanya seperti suara internal yang terus-menerus menunjukkan kekurangan saya, mengingatkan saya akan kesalahan saya, dan mengisi saya dengan keraguan. Hal itu melelahkan dan jauh dari kedamaian.
Suatu hari, saya memutuskan untuk mengatasi perilaku ini secara langsung. Setiap kali suara kritis itu muncul, saya berusaha keras untuk membungkamnya dengan kebaikan dan pengertian. Kesalahan tidak lagi menjadi kegagalan, melainkan kesempatan untuk berkembang.
