Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 05.32 WIB

Menurut Psikologi, Inilah 8 Kebiasaan Orang yang Merasa Kesepian setelah Pensiun dalam Pekerjaannya

Ilustrasi kebiasaan orang yang merasa kesepian setelah pensiun/freepik.com - Image

Ilustrasi kebiasaan orang yang merasa kesepian setelah pensiun/freepik.com

JawaPos.com - Pensiun sering kali datang seperti saat kamu turun dari kereta yang sedang melaju dalam sekejap, kamu yang tadinya dikelilingi oleh rekan kerja, rutinitas sehari-hari, dan berbagai tujuan yang jelas, tiba-tiba mendapati dirimu berada dalam kesunyian yang begitu mencolok.

Banyak orang yang memasuki fase pensiun merasa kehilangan arah atau bahkan merasa terasing. Apabila kamu merasa kesepian atau tidak lagi merasa dihargai dalam masa ini, maka ketahuilah bahwa perasaan tersebut merupakan hal yang wajar.

Kamu tidak sendirian dalam pengalaman ini, banyak orang yang melalui perasaan serupa saat bertransisi dari kehidupan yang penuh aktivitas menuju periode yang lebih tenang. Dilansir dari Geediting, berikut beberapa kebiasaan orang yang merasa kesepian setelah pensiun dalam pekerjaannya menurut psikologi.

1. Berhenti berhubungan sosial

Salah satu jebakan yang umumnya tak disadari banyak orang adalah membiarkan hubungan mereka perlahan menghilang. Ketika kamu pensiun, maka dirimu mungkin kehilangan kebiasaan bertemu rekan kerja setiap hari atau berbagi momen santai seperti ngopi atau makan siang bersama.

Hari-hari yang berlalu begitu cepat, dan tanpa disadari, beberapa minggu atau bahkan bulan bisa terlewat tanpa menyapa teman-teman lama. Pada titik ini, perasaan terasing bisa mulai muncul. Apabila kamu merasa seperti ini, ingatlah bahwa senantiasa ada cara untuk menyambung kembali hubungan yang terputus.

Cobalah mengirim pesan, menelepon, atau merencanakan makan siang bersama mereka. Kamu tidak perlu menunggu lingkungan kerja untuk memenuhi kebutuhan sosialmu. Dengan sedikit inisiatif, kamu dapat kembali merasakan kedekatan dan mempererat hubungan yang sudah ada.

2. Terlalu berpegang teguh pada identitas lama

Bagi banyak orang yang telah menghabiskan puluhan tahun dalam pekerjaan, jabatan mereka sering kali menjadi identitas utama. Sayangnya, saat pensiun tiba, mereka sering kali merasa kesusahan dalam menemukan arah atau tujuan hidup baru.

Terkadang, mereka terlalu terjebak pada kenangan masa lalu yang indah, berbicara tentang waktu yang telah berlalu, dan hal ini justru menghalangi mereka membangun masa depan yang baru. Ketika kita hanya melihat diri kita dari satu sisi seperti jabatan yang dulu kita pegang kita lupa bahwa ada banyak lapisan lain dalam diri kita yang juga berharga.

Perasaan ini bisa membuat kita merasa seolah-olah telah usang, seperti barang-barang di museum yang jarang lagi dilihat orang. Akan tetapi kenyataannya, kamu masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan. Pengalaman, pengetahuan, dan minat yang dimiliki jauh lebih dari sekadar apa yang kamu lakukan di tempat kerja.

3. Membiarkan dirinya bermalas-malasan

Perasaan dilupakan berhubungan erat dengan kurangnya aktivitas dalam hidup terutama aktivitas fisik. Saat pensiun, rasanya sangat menggoda untuk bermalas-malasan, menonton TV, dan meyakinkan diri bahwa ini adalah saatnya beristirahat setelah bertahun-tahun bekerja keras.

Tentu saja, kamu memang berhak menikmati waktu senggang. Namun, terlalu banyak waktu kosong bisa memicu rasa kesepian yang perlahan muncul. Dengan menghindari pergerakan, kamu juga kehilangan kesempatan bertemu tetangga atau bergabung dalam aktivitas seperti kelas kebugaran yang bisa memberikan pertemuan sosial yang bermanfaat dan menyegarkan.

4. Menolak meminta bantuan dan dukungan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore