Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 03.14 WIB

7 Frasa Halus yang Sering Diungkapkan oleh Orang yang Hobi Membaca Buku: Apa Saja Contohnya?

Ilustrasi orang yang hobi membaca sedang ngobrol.. (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang hobi membaca sedang ngobrol.. (freepik)

JawaPos.com - Seperti yang diketahui bahwa membaca merupakan salah satu hobi orang cerdas, dengan itu kita punya banyak pengetahuan dan memiliki banyak pembendaharaan kata dalam berkomunikasi.

Mengutip dari laman Halodoc pada Senin (10/03) hobi membaca buku bisa memberikan manfaat pada kesehatan fisik, terutama untuk kesehatan otak. Sementara untuk kesehatan mental, aktivitas positif tersebut bermanfaat untuk mengurangi stres dan gejala depresi.

Orang yang hobi membaca buku juga bisa dilihat dari cara ia berkomunikasi dengan orang lain, dilansir dari laman Personal Branding pada Senin (10/03) ada 7 frasa halus yang sering diungkapkan oleh mereka yang hobi membaca buku :

1. “Itu mengingatkanku pada buku yang pernah kubaca…”

Frasa ini bukan untuk memamerkan kehebatan sastra mereka. Sebaliknya, itu adalah hasil alami dari memiliki banyak narasi dan karakter untuk dijadikan contoh.

Mereka melihat dunia melalui lensa cerita, sering kali menemukan persamaan antara situasi kehidupan nyata dan plot dari buku favoritnya.

Buku ini bukan tentang mengutip Shakespeare di setiap kesempatan, tetapi lebih tentang cara kebiasaan membaca mereka memperkaya pemahaman tentang dunia.

2. “Mari kita berperan sebagai penentang sejenak…”

Buku memiliki kemampuan luar biasa untuk menyajikan berbagai perspektif dan sudut pandang. Buku juga memungkinkan kita untuk menempatkan diri pada posisi karakter yang berbeda, mengeksplorasi motivasi, dan proses berpikir.

Ini juga membuka pikiran kita terhadap kemungkinan bahwa tidak selalu ada satu cara untuk melihat sesuatu, melainkan banyak cara lain yang diluar dugaan.

3. “Saya berada di persimpangan jalan…”

Ini adalah frasa yang sering digunakan ketika mereka dihadapkan dengan keputusan atau dilema yang penting. Ini bukan sekadar cara mewah untuk mengatakan “Saya bingung.”

Namun ini adalah ungkapan yang lahir dari banyak narasi di mana karakter menemukan diri di persimpangan jalan yang sebenarnya. Dalam literatur, persimpangan jalan sering kali menandakan titik balik yang kritis dalam alur cerita, di mana karakter harus membuat keputusan yang pasti akan mengubah jalan hidup mereka.

Ketika seseorang menggunakan frasa ini, itu mengungkapkan kecenderungan mereka untuk melihat kehidupan melalui lensa yang dramatis dan transformatif yang sama seperti yang mereka temukan dalam banyak buku.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore