Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 03.25 WIB

7 Perilaku Pria yang Suka Selingkuh, Salah Satunya Mendambakan Validasi Konstan

Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik)

JawaPos.com - Perselingkuhan tidak terjadi begitu saja. Biasanya hal tersebut ada tanda-tandanya, perilaku halus yang muncul jauh sebelum seseorang benar-benar selingkuh.

Pria yang selalu terjebak dalam perselingkuhan cenderung memiliki pola tertentu dalam cara mereka bertindak dalam hubungan.

Perilaku ini mungkin tidak tampak seperti tanda bahaya pada awalnya, tetapi seiring waktu, mereka mulai menunjukkan gambaran yang lebih jelas.

Jika Anda pernah dikejutkan oleh perselingkuhan atau ingin menghindarinya di masa mendatang, ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda ini sejak dini.

Dilansir dari geediting.com, Rabu (5/3), berikut adalah 7 perilaku khas yang sering ditunjukkan pria yang suka berselingkuh.

1. Mereka tetap membuka pilihan mereka

Beberapa pria tampaknya tidak bisa berkomitmen sepenuhnya, bahkan saat mereka sedang menjalin hubungan. Mereka mungkin berkata mereka sudah siap, tetapi tindakan mereka menunjukkan hal yang berbeda.

Mereka adalah orang-orang yang selalu menjauh dari orang lain. Mereka terlalu banyak menggoda, menjalin hubungan dekat dengan mantan, atau menggunakan aplikasi kencan hanya untuk bersenang-senang.

2. Mereka bersikap defensif ketika ditanya tentang keberadaan mereka

Kalau dipikir-pikir, sikap defensif itu adalah tanda bahaya yang besar. Orang yang tidak punya sesuatu untuk disembunyikan tidak akan bereaksi berlebihan terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar.

Namun, ketika seseorang bersikap rahasia, bahkan percakapan yang tidak berbahaya pun dapat terasa seperti ancaman bagi mereka.

3. Mereka mendambakan validasi yang konstan

Beberapa pria memiliki kebutuhan tak terbatas akan perhatian dan kekaguman, dan tidak peduli seberapa banyak yang mereka dapatkan, itu tidak akan pernah cukup.

Mereka menyukai pujian, rayuan, dan perasaan diinginkan, terkadang dari banyak orang sekaligus. Psikolog menggambarkan hal ini sebagai tanda rendahnya harga diri atau bahkan kecenderungan narsistik.

Ketika seseorang mengandalkan validasi eksternal untuk merasa senang dengan dirinya sendiri, mereka mungkin mencarinya di mana pun mereka dapat menemukannya, bahkan di luar hubungan mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore