Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 18.12 WIB

8 Tanda Anda Masih Hidup dalam Mode Bertahan Hidup Akibat Trauma Masa Kecil Menurut Psikologi

Seseorang yang hidup dalam mode bertahan. (Freepik/freepik) - Image

Seseorang yang hidup dalam mode bertahan. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Masa kecil seharusnya menjadi periode yang penuh kasih sayang, keamanan, dan eksplorasi yang sehat.

Namun, bagi banyak orang yang mengalami trauma masa kecil—seperti pengabaian emosional, kekerasan, atau ketidakstabilan keluarga—masa kecil justru menjadi fase bertahan hidup.

Trauma yang tidak terselesaikan sering kali terbawa hingga dewasa, menyebabkan seseorang terus hidup dalam "mode bertahan hidup" tanpa disadari.

Mode bertahan hidup ini adalah respons tubuh terhadap ancaman yang dirasakan, bahkan ketika ancaman tersebut sudah tidak ada lagi.

Dalam jangka panjang, hidup dalam mode ini dapat menguras energi, mempengaruhi kesehatan mental, dan menghambat hubungan serta pertumbuhan pribadi.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/3), terdapat delapan tanda bahwa Anda masih hidup dalam mode bertahan hidup akibat trauma masa kecil, menurut psikologi:

1. Anda Selalu Waspada terhadap Ancaman

Jika Anda sering merasa tegang, selalu mengantisipasi hal buruk terjadi, atau merasa sulit untuk benar-benar santai, ini bisa menjadi tanda bahwa sistem saraf Anda masih berada dalam keadaan siaga tinggi.

Mode bertahan hidup membuat Anda selalu waspada terhadap potensi bahaya, bahkan dalam situasi yang sebenarnya aman.

2. Anda Sulit Mempercayai Orang Lain

Ketidakpercayaan adalah mekanisme pertahanan yang umum pada mereka yang mengalami pengkhianatan atau pengabaian di masa kecil.

Jika Anda kesulitan mempercayai niat baik orang lain atau merasa harus selalu menjaga jarak, ini mungkin karena Anda masih hidup dalam pola pikir bahwa dunia adalah tempat yang tidak aman.

3. Anda Terus-Menerus Merasa Bersalah atau Malu

Orang yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh tekanan sering kali menginternalisasi pesan bahwa mereka tidak cukup baik.

Ini bisa muncul dalam bentuk perasaan bersalah yang berlebihan atau malu terhadap diri sendiri, bahkan ketika tidak ada alasan yang jelas untuk merasa seperti itu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore