
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah tudingan bahwa penanganan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan PT Djarum dilakukan secara tiba-tiba atau sengaja dicari-cari.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk perkara tersebut sejak September 2026.
Ia menegaskan, proses penyidikan tersebut telah berjalan jauh sebelum menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Langkah penindakan yang baru dilakukan beberapa waktu lalu bukanlah keputusan mendadak sebagaimana yang ditudingkan sejumlah pihak.
"Enggak ada lah, gitu. Karena apa? Sprindiknya itu sudah beberapa, ini kan bulan November ya, gitu. Kurang lebih kalau enggak salah, sebelum orang ramai itu di September kami sudah ada sprindik itu," kata Setyo di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (3/11).
Setyo menjelaskan, proses hukum dugaan korupsi cukai rokok yang diduga melibatkan PT Djarum sudah berlangsung selama beberapa bulan.
Hanya saja, pelaksanaan upaya paksa, termasuk penggeledahan, baru dilakukan, sehingga memunculkan persepsi seolah-olah KPK bergerak setelah kasus tersebut ramai menjadi perbincangan.
"Jadi proses itu sudah berjalan beberapa bulan yang lalu, gitu. Cuma kebetulan pelaksanaan kegiatan upaya paksanya baru dilakukan minggu lalu," ujarnya.
Menurut Setyo, pihaknya telah melakukan upaya paksa penggeledahan terhadap kantor PT Djarum pada Oktober 2026.
Namun, ia mengakui terdapat kendala teknis dalam pengusutan kasus tersebut, salah satu yang dihadapi persoalan kekurangan sumber daya manusia (SDM).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022