
Para tersangka OTT KPK di ATR/ BPN menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Ketua Indonesia Memanggil (IM57) Institute, Lakso Anindito, menyoroti besarnya barang bukti uang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Uang sebesar itu disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menurut Lakso, uang tunai senilai Rp 106,3 miliar yang diamankan dalam operasi tersebut menjadi nilai pengamanan aset terbesar yang pernah ditemukan KPK dalam sebuah OTT sejak lembaga antirasuah itu berdiri.
"Ini merupakan OTT dengan jumlah pengamanan aset terbesar selama sejarah KPK dengan nilai lebih dari Rp100 miliar. KPK belum pernah melakukan OTT yang pada saat OTT ditemukan dan diamankan nilai tersebut," kata Lakso dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).
Ia menyebut, besarnya nilai uang yang ditemukan tersebut perlu dilihat dalam konteks perkara yang tengah ditangani KPK. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi di sektor pertanahan yang menyeret proses pengurusan hak guna bangunan (HGB) lahan milik PT Summarecon Agung Tbk.
Menurutnya, nilai transaksi dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut menunjukkan bahwa kasus dugaan korupsi itu memiliki dimensi strategis. Menurut dia, sektor pertanahan selama ini menjadi salah satu area yang memiliki celah besar terhadap praktik korupsi.
"Artinya, setidaknya pihak yang berada di BPN Pusat akan sangat mungkin terlibat," tegasnya.
Selain mengusut aliran uang, Lakso mendorong KPK mempertimbangkan penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perkara tersebut. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar proses penegakan hukum tidak berhenti pada pihak yang diduga menerima atau memberikan suap.
Dengan pendekatan tersebut, aset yang dapat dipulihkan juga berpotensi lebih luas. Bukan hanya uang yang diduga digunakan sebagai suap, tetapi keuntungan perusahaan yang diperoleh melalui tindakan korupsi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022