
Ilustrasi Whip Pink. (Nadia Putri Rahmani/ANTARA)
JawaPos.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap dugaan pelanggaran hukum atas peredaran produk bermerek Whip Pink di Indonesia. Produk berisi gas N20 atau gas tawa itu diedarkan oleh PT. Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS).
Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, temuan pertama dari hasil penyidikan polisi adalah produk Whip Pink dipastikan tidak sesuai dengan surat edaran BPOM Nomor 2 tahun 2026 yang terbit pada 27 Februari lalu.
”Hasil uji Laboratorium Forensik Polri dan BPOM memperkuat fakta bahwa seluruh tabung berisi N2O murni standar gas medis untuk anestesi tanpa kandungan bahan tambahan pangan,” terang Eko kepada awak media pada Rabu (29/7).
Tidak hanya itu, keterangan ahli yang sudah diperiksa menyatakan bahwa nozzle atau corong plastik yang disertakan tidak kompatibel dengan alat pembuat krim untuk kebutuhan produksi makanan. Corong itu diduga dirancang untuk memudahkan menghirup gas secara langsung.
Eko menyebut, temuan itu memperkuat dugaan pelanggaran sebagaimana surat edaran BPOM. Yakni N2O dilarang untuk digunakan dengan cara dihirup langsung untuk memperoleh efek kesenangan atau euforia. Sebab, penggunaan dengan cara tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan, bahkan kematian.
Dari rangkaian penyidikan yang sudah berjalan, polisi menyeret Andi Hioe dan Jasen Hioe selaku Bos PT. SSS sebagai tersangka. Polisi juga telah menggerebek 3 lokasi di Jakarta pada 13-14 April 2026, kemudian mengungkap pemilik sekaligus pengendali di balik produk Whip Pink.
Jenderal bintang satu Polri itu memastikan, cara pemesanan dengan mengisi formulir yang mewajibkan konsumen mencantumkan nama bisnis kuliner, alamat, dan jumlah pesanan merupakan modus. Eko memastikan, itu hanya formalitas semu di balik peredaran gas tawa tersebut.
”PT. Suplaindo Sukses Sejahtera sama sekali tidak pernah melakukan verifikasi atas data tersebut,” ujarnya.
Temuan lain polisi adalah sasaran peredaran Whip Pink tidak hanya konsumen per orangan, melainkan sampai merambah ke tempat-tempat hiburan malam di Jakarta. Gas tawa itu kerap disajikan dalam balon karet oleh salah satu pengelola tempat hiburan malam untuk dijual kepada pengunjung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022