Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02.27 WIB

Polri Sebut Kejahatan Lingkungan Makin Canggih, Tak Segan Jerat Pihak Korporasi dengan Sangkaan TPPU

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Muhammad Irhamni saat menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan SDA-LH 2026-2030 yang diselenggarakan Auriga Nusantara di Jakarta, Jumat (17/7). - Image

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Muhammad Irhamni saat menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan SDA-LH 2026-2030 yang diselenggarakan Auriga Nusantara di Jakarta, Jumat (17/7).

JawaPos.com - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brijen) Polisi Muhammad Irhamni menegaskan perlunya penguatan strategi penegakan hukum serta sinergi lintas lembaga.

Hal ini untuk menghadapi kejahatan di sektor Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH) yang semakin kompleks.

Menurutnya, pola kejahatan lingkungan kini berkembang makin modern dan terorganisasi. Para pelaku memanfaatkan celah regulasi dan melibatkan struktur korporasi yang kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Irhamni saat menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan SDA-LH 2026-2030. Acara ini diselenggarakan Auriga Nusantara di Jakarta, Jumat (17/7).

Dalam forum itu, ia menilai aparat penegak hukum harus beradaptasi dengan perkembangan modus kejahatan. Hal ini agar mereka tidak tertinggal dari pelaku kejahatan yang makin canggih.

"Aparat penegak hukum dituntut memiliki ketajaman analisis yang sama kuatnya dengan para peneliti dan akademisi dalam memetakan modus operandi baru ini," kata Irhamni.

Ia juga menyoroti masih kuatnya ego sektoral yang menghambat penyelesaian perkara perusakan lingkungan. Irhamni mendorong agar Polisi, Kejaksaan, KPK, dan kementerian terkait membangun sistem basis data terpadu.

Sistem ini berbasis pada hasil riset dan kajian agar penanganan perkara bisa dilakukan lebih efektif. Dengan data yang lengkap, aparat diharapkan dapat bertindak lebih sigap dan terkoordinasi.

"Kolaborasi multisektoral ini adalah kunci untuk meruntuhkan jaringan mafia lingkungan yang terstruktur," tegasnya.

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, Irhamni menilai pendekatan hukum harus fokus pada aktor utama dan korporasi. Hal ini menggantikan cara lama yang hanya menghukum pekerja lapangan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore