
Apple dan Google mengenakan komisi hingga 30 persen pada pembelian di dalam aplikasi../(The Guardian)
JawaPos.com - Tiga penerbit besar bersama seorang penulis menggugat Google melalui gugatan class action dengan tuduhan perusahaan tersebut menggunakan jutaan karya berhak cipta secara ilegal, untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) Gemini.
Mengutip laporan Engadget, pihak yang mengajukan gugatan terdiri atas Hachette Book Group, Cengage Learning, Elsevier, serta penulis Scott Turow. Mereka menilai Google telah memanfaatkan karya-karya berhak cipta tanpa memperoleh izin maupun memberikan kompensasi kepada para pemilik hak.
Dalam dokumen gugatan, para penggugat menuduh Google dengan sengaja menyalin jutaan karya berhak cipta untuk kepentingan pelatihan AI.
"Google mereproduksi jutaan karya berhak cipta tanpa izin, tanpa memberikan kompensasi kepada penulis atau penerbit, dan dengan pengetahuan penuh bahwa tindakannya melanggar hukum hak cipta," demikian isi gugatan tersebut.
Mereka juga menuding Google menghapus Copyright Management Information (CMI) atau informasi pengelolaan hak cipta dari karya yang digunakan. Langkah itu diduga dilakukan untuk menyamarkan asal materi pelatihan sekaligus mempermudah penggunaan karya tanpa persetujuan pemilik hak.
Tak hanya mempersoalkan proses pelatihan AI, gugatan tersebut juga menyoroti kemampuan Gemini dalam menghasilkan konten yang dinilai menyerupai karya asli para penulis. Para penggugat menilai fitur tersebut berpotensi menciptakan karya tiruan tanpa atribusi maupun kompensasi kepada pencipta aslinya.
"Google juga mengetahui bahwa tanpa pengamanan yang tepat, Gemini akan terus menghasilkan output yang menggantikan karya berhak cipta yang digunakan untuk melatihnya. Namun Google gagal menerapkan pengamanan yang efektif," tulis para penggugat dalam dokumen gugatan.
Perselisihan antara industri penerbitan dan perusahaan pengembang AI bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, penulis dan penerbit telah berulang kali menempuh jalur hukum maupun negosiasi untuk menuntut perlindungan atas karya mereka yang diduga digunakan sebagai data pelatihan model AI tanpa izin.
Sejumlah pihak yang kini menggugat Google sebelumnya juga pernah mengajukan gugatan serupa terhadap Meta dengan tuduhan yang hampir sama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
