
Kondisi terkini Cafe de'Clan Cipete pasca penggeledahan, Kamis (9/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aktivitas di Cafe de'Clan Signature yang berlokasi di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, tampak lumpuh pada Kamis (9/7). Penghentian operasional ini terjadi tepat sehari setelah tim gabungan kepolisian melakukan penggeledahan besar-besaran dan menyita uang tunai senilai hampir Rp 60 miliar dari sebuah brankas rahasia di lokasi tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan pagar hitam kafe dalam kondisi tertutup rapat. Meski tidak ada aktivitas luar, sejumlah sepeda motor dan dua unit mobil masih terparkir di halaman dalam yang menurut petugas keamanan setempat merupakan milik para karyawan.
Secara kasat mata, tidak terlihat adanya pemasangan garis polisi (police line) pada bagian luar bangunan maupun area publik kafe.
"Garis polisi dipasangnya di lantai dua," ujar salah seorang petugas keamanan yang berjaga di sekitar lokasi, Kamis (9/7).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan tidak serta-merta menghentikan operasional bisnis restoran tersebut. Hanya area yang terkait langsung dengan tindak pidana yang diisolasi oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa area lantai dua kafe tersebut difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat penyimpanan dokumen dan uang.
"Untuk operasional (cafe), tetap kami kembalikan kepada pihak manajemen untuk operasional di lantai satu. Namun di lantai dua itu berupa kantor, itu yang kami lakukan status quo dalam proses penyidikan dugaan korupsi," kata Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu (8/7).
Budi menambahkan, brankas rahasia tempat ditemukannya uang puluhan miliar tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, mencapai 2x1 meter, atau menyerupai sebuah kamar khusus penyimpanan.
Aliran Dana dan Penyelidikan Digital Forensik
Selain kafe, tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga memberlakukan status quo pada sebuah money changer yang ikut digeledah. Operasi ini dicurigai kuat berkaitan dengan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
