
Menhut Raja Juli saat berbicara di forum PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. (Kemenhut)
JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengklarifikasi ihwal amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby. Dia menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendukung penuh pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Raja Juli menyebut, itu sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran Kemenhut. Yakni membangun tata kelola sektor kehutanan yang bersih, transparan, dan bebas dari segala bentuk praktik korupsi.
”Kami dari Kementerian Kehutanan, terutama saya sebagai menteri kehutanan, mendukung penuh segala upaya pemberantasan korupsi di republik ini. Jadi, kami akan membantu KPK, akan kooperatif, termasuk pertemuan pagi hari ini adalah inisiatif saya pribadi sebagai itikad baik saya untuk membantu proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” terang dia dalam keterangan resmi pada Sabtu (4/7).
Baca Juga:Dari Mata Turun ke Hati, 5 Zodiak Ini Diyakini Sering Memilih Pasangan dari Penampilan Fisik
Hal itu ditegaskan oleh Raja Juli merespons berbagai pemberitaan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bupati Kuansing, termasuk isu yang dikaitkan dengan dugaan pelepasan kawasan hutan. Dia menyebut, Kemenhut mendukung penuh seluruh upaya pemberantasan korupsi oleh KPK.
”Saya diamanahkan bapak presiden untuk menciptakan forest governance, sebuah tata kelola kehutanan yang anti korupsi, anti suap, akuntabel, dan transparan," imbuhnya.
Untuk itu, Kemenhut mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh KPK dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi, khususnya dugaan korupsi pada sektor kehutanan. Menurut Raja Juli, langkah proaktif Kemenhut dalam penanganan kasus tersebut merupakan bagian dari proses berbenah.
Dalam keterangan itu, dia menjelaskan kronologi pertemuannya dengan bupati Kuansing pada 2 Juni 2026 lalu. Pertemuan itu dilakukan dalam audiensi yang berlangsung secara resmi dan terbuka. Dia menyebut, pertemuan itu dilakukan atas surat permohonan, disertai daftar hadir, notulensi, serta dipublikasikan melalui media sosial Kemenhut.
Baca Juga:Seumur Hidup Penuh Kemakmuran, 9 Tanggal Lahir Ini Dipercaya Bakal Terbebas dari Masalah Keuangan
Usai pertemuan itu, bupati Kuansing meninggalkan sebuah amplop yang tertutup di ruang audiensi. Raja Juli mengaku tidak mengetahui isi amplop tersebut dan langsung meminta ajudannya untuk mengembalikannya. Sebab, dia merasa tidak berhak atas amplop itu.
”Saya tidak tahu isinya apa, tapi saya merasa tidak memiliki hak atas amplop tersebut. Oleh karena itu, saya meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut,” ujarnya.
Raja Juli menyampaikan bahwa pengembalian amplop dilakukan pada 12 Juni 2026, 17 hari sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK berlangsung. Pengembalian amplop tersebut, menurut dia, disertai tanda terima dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Dia juga memastikan, tidak pernah terjadi pelepasan kawasan hutan di Kuansing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
