Ketua Panitia LPPD Kepri, Jumaga Nadeak (kiri) didampingi bagian Humas Kontingen Pesparawi Kepri, Mider Sinaga (ketiga dari kiri) beserta tim panitia memberikan keterangan pers terkait polemik batalnya tim PSW Kepri berangkat mengikuti Pesparawai Nasional ke-XIV ke Manokwari Papua, di Batamcenter, Senin (29/6). (F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos)
JawaPos.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri memeriksa Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak. Pemeriksaan ini merupakan buntut dari kasus batal berangkatnya 27 peserta kategori Paduan Suara Wanita (PSW) ke ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.
Jumaga mendatangi Mapolda Kepri didampingi tim kuasa hukumnya untuk memberikan klarifikasi sebagai pelapor sekaligus korban. Penyelidikan ini dilakukan guna mengusut dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana akomodasi yang ditaksir merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Dikutip dari Batam Pos (JawaPos Group), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic membenarkan adanya agenda pemeriksaan tersebut. Menurutnya, proses hukum ini berjalan cepat setelah menerima laporan resmi dari pihak panitia yang merasa dirugikan oleh agen perjalanan.
"Benar, yang bersangkutan dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai pelapor sekaligus korban. Laporan resmi sudah kami terima sejak 23 Juni lalu," ujar Kombes Pol Ronni Bonic dikutip Rabu (1/7).
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti sekalgus menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi kunci lainnya. Polisi berkomitmen mengurai benang kusut pengadaan tiket penerbangan yang diduga fiktif ini.
Kuasa hukum LPPD Kepri, Bistok Nadeak, menjelaskan, kehadiran kliennya ke markas polisi adalah bentuk transparansi untuk membuka seterang-terangnya kasus yang menimpa kontingen. Kasus ini mencuat setelah puluhan peserta wanita terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Saat hendak melakukan penerbangan lanjutan (transit) rute Jakarta-Manokwari, rombongan terkejut bahwa tiket yang mereka pegang tidak berlaku. Pihak maskapai menyatakan status dokumen tersebut hanya sebatas pemesanan (booking) dan belum pernah dibayarkan oleh pihak agen travel ke maskapai.
Akibat insiden memilukan itu, kerja keras puluhan peserta yang telah berlatih secara intensif selama berbulan-bulan terbuang sia-sia. Mereka terpaksa mengubur mimpi mewakili Provinsi Kepri di tingkat nasional karena masalah administrasi.
"Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik. Untuk materi pemeriksaan belum dapat kami sampaikan karena masih dalam tahap pendalaman," katanya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
