
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. (Putu Indah Savitri/Antara)
JawaPos.com - Perubahan paradigma dan pendekatan dalam penanganan kasus korupsi mengantarkan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kasus-kasus besar. Sejauh ini, total ada 12 skandal korupsi melibatkan pejabat dan pengusaha kakap diungkap oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus Kejagung Febrie Adriansyah membeber belasan kasus korupsi tersebut. Mulai dari tata niaga timah, tata kelola minyak mentah, sampai yang terbaru dugaan rasuah dalam tata kelola anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimotori oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
”Pidsus telah menangani sejumlah perkara strategis yang tidak hanya memiliki nilai kerugian keuangan negara yang sangat besar, tetapi juga ditangani dengan pertimbangan bahwa perkara tersebut berdampak terhadap perekonomian nasional, tata kelola sumber daya alam, lingkungan hidup, serta kepentingan masyarakat banyak,” terang dia kepada awak media.
Secara lebih terperinci, Febrie membeber kasus-kasus besar tersebut dengan nilai kerugian negara yang juga sangat tinggi. Yakni:
Kasus korupsi dalam tata niaga timah di PT Timah periode 2015 hingga 2022. Kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut cukup besar dan berdampak kepada perekonomian negara. Kerusakan yang diakibatkan juga sangat hebat dan setelah dihitung oleh ahli, nilai kerugiannya sebesar Rp 300,003.
Kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina tahun 2018-2023 dengan kerugian keuangan dan perekonomian negara sebesar Rp 285,017 triliun.
Kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri pada 2012-2019 dengan kerugian keuangan negara juga cukup besar, yakni senilai Rp 22,788 triliun.
Kasus korupsi dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008 sampai 2018. Kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 16,807 triliun.
Kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 6,047 triliun. Dalam kasus tersebut, penyidik juga melakukan perhitungan kerugian perekonomian negara sebesar Rp 12,312 triliun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022