
Jubir KPK Budi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan mengambil langkah jemput paksa terhadap model sekaligus mantan staf ahli anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan, Fitri Assiddiki. Hal ini akan dilakukan setelah yang bersangkutan kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi.
Fitri diketahui telah dua kali mangkir dari panggilan penyidik, pemanggilan pertama dijadwalkan pada Selasa (9/6), sementara pemanggilan kedua dilakukan pada Selasa (23/6). Namun hingga jadwal pemeriksaan kedua, Fitri kembali tidak hadir untuk memberikan keterangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik tengah mempertimbangjan langkah lanjutan terhadap Fitri, termasuk kemungkinan menerbitkan surat perintah jemput paksa.
“Apakah akan dilakukan koordinasi untuk penjadwalan berikutnya atau ada upaya untuk membawa, ya, dengan menerbitkan surat perintah membawa kepada yang bersangkutan,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/6).
Sebab, keterangan Fitri dibutuhkan dalam penyidikan dugaan korupsi penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Budi, pemanggilan pada Selasa kemarin merupakan kesempatan kedua yang diberikan kepada saksi tersebut.
“Untuk pemeriksaan saksi FT, ini pemanggilan kedua,” tegas Budi.
Dalam pengembangan perkara, KPK sebelumnya telah menyita satu unit mobil Hyundai Palisade milik Fitri Assiddiki pada 20 Oktober 2025. Kendaraan tersebut diduga merupakan pemberian dari anggota DPR Heri Gunawan yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi dana CSR BI dan OJK.
Selain kendaraan mewah tersebut, penyidik juga menduga Fitri menerima aliran dana lebih dari Rp 2 miliar dari Heri Gunawan. Dugaan itu menjadi bagian dari materi yang sedang didalami oleh KPK.
“Dari saudara HG (Heri Gunawan), FA (Fitri Assiddikk) diduga menerima uang lebih dari Rp 2 miliar dan dibeilkan 1 unit kendaraan roda empat senilai sekitar Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
