
Ilustrasi seorang perempuan menjadi korban lova scamming. (Gemini AI)
JawaPos.com - Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar sindikat love scamming internasional yang menipu 53 warga negara Indonesia (WNI) di berbagai daerah, dengan total kerugian mencapai Rp 1,1 miliar melalui modus hubungan asmara palsu di media sosial.
"Hari ini kami dari Direktorat Siber Polda Jatim dan tentunya berkolaborasi dengan jajaran imigrasi serta Polresta Sidoarjo telah berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan online modus percintaan atau yang dikenal dengan love scamming," kata Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur Kombes Pol Bimo Ariyanto di Surabaya, Senin.
Pada kasus tersebut Ditressiber Polda Jatim menetapkan dua warga negara asing (WNA) dan satu WNI sebagai tersangka karena berperan aktif dalam jaringan penipuan daring tersebut.
Sindikat ini menyasar korban perempuan berusia 45 hingga 60 tahun melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp dengan membangun hubungan emosional layaknya pasangan sebelum melancarkan aksi penipuan.
Setelah hubungan terjalin, pelaku menjanjikan pengiriman hadiah bernilai tinggi, namun korban kemudian dihubungi dengan alasan paket tertahan di bea cukai atau terkendala administrasi sehingga diminta mengirimkan sejumlah uang untuk biaya pelepasan barang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, sedikitnya terdapat 53 korban di berbagai wilayah Indonesia, dengan 22 korban berasal dari Jawa Timur yang tersebar di sejumlah daerah seperti Surabaya, Gresik, Madiun, Pacitan, hingga Sampang.
"Kasus ini telah berlangsung sejak Agustus 2025. Dari hasil penelusuran rekening, penyidik menemukan aliran dana sekitar Rp1,1 miliar yang diduga berasal dari hasil kejahatan penipuan tersebut," ujarnya.
Salah satu pelaku WNA menggunakan identitas palsu bernama Haji Kamal Zaki untuk meyakinkan korban melalui komunikasi intensif berupa panggilan video, telepon, dan pesan instan secara berulang.
"Polda Jatim mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berbasis hubungan asmara di media sosial yang berujung permintaan uang dengan berbagai alasan, terutama terkait pengiriman barang dari luar negeri," ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, mengungkapkan bahwa pihaknya turut membantu pengungkapan kasus ini melalui pengawasan orang asing serta penindakan terhadap pelanggaran izin tinggal para WNA yang terlibat.
"Hasil kolaborasi antara Imigrasi Jawa Timur, Ditressiber Polda Jatim, dan Polresta Sidoarjo menemukan empat WNA dan satu WNI yang terlibat dalam sindikat tersebut," ujarnya.
Baca Juga:Imigrasi Bongkar Dugaan Jaringan Love Scamming Jaringan Internasional, 4 WNA Tiongkok Diamankan
Dari empat WNA itu, dua orang terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian berupa penyalahgunaan izin tinggal dan overstay, salah satunya hingga 885 hari. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022