
Polres Pekalongan Kota menangkap pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu (27/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati hingga hamil. (metropekalongan.com)
JawaPos.com – AKF, pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren (Ponpes) F,22, satriwati yang ngaku hamil tanpa melakukan hubungan badan menimba ilmu, terungkap melecehkan sekitar 25 santriwati lain. Perbuatan yang dilakukan terduga pelaku, disebut dilakukan sejak 2008-2025.
"Kami mendampingi 6 orang mantan santriwati yang sudah memberikan kuasa. Rentang waktu kejadiannya sangat lama, mulai dari tahun 2008 sampai 2025," urai Ahmad Fauzi, di Mapolres Pekalongan Kota, dilansir dari Radar Pekalongan, Rabu (27/5).
Dalam melakukan aksinya, oknum Kiai cabul tersebut menurut Ahmad Fauzi, ada yang dilakukan pada 2008 isaat korban masih berusia 14 tahun. Selain itu, adapula kejadian 2025 yang sekarang berusia 17 tahun.
"Mayoritas saat peristiwa terjadi statusnya masih di bawah umur," urai Ahmad Fauz.
Mengenai alasan para korban baru berani melapor sekarang, Fauzi menyebut adanya tekanan psikis yang berat serta status terduga pelaku yang merupakan tokoh yang dihormati di lingkungan tersebut.
"Pelaku menggunakan posisinya sebagai orang yang ditokohkan untuk membujuk, melakukan tipu daya, dan menghegemoni korban. Ditambah lagi, kekerasan seksual kerap dianggap sebagai aib, sehingga banyak korban yang tidak berani speak up," pungkas Fauzi.
Saat ini, terduga pelaku AKF masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya hadapan hukum.
AKF ditangkap atas dugaan tindakan asusila atau kekerasan seksual terhadap puluhan santriwatinya yang disinyalir telah berlangsung selama belasan tahun.
Proses pengamanan yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB tersebut berjalan lancar. Petugas langsung membawa AKF dari kediamannya ke Kantor Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya penangkapan satu orang terduga pelaku yang merupakan pendiri ataupun pengasuh padepokan tersebut. Menurut Kapolres, kasus ini awalnya sangat tertutup, diduga karena besarnya intimidasi terhadap korban.
"Informasi awal sangat tertutup. Saya perintahkan jajaran Reskrim untuk melakukan pendekatan person to person ke keluarga korban, hingga akhirnya ada beberapa korban yang mau melapor. Bertepatan dengan hari suci Iduladha ini, kami lakukan pengamanan terhadap terduga pelaku," jelas AKBP.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022