
Korban kekerasan seksual oleh Ashari, kyai sekaligus pengasuh Salah seorang korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, , Pati, Jateng, menemui Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Kamis (7/5). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah (Jateng) bernama Anshari bertahun-tahun melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati. Penasihat hukum curiga, perbuatan itu lolos dari jerat hukum karena keterlibatan pihak lain.
Dugaan itu diungkap secara langsung oleh penasihat hukum korban, Ali Yusron. Saat bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis sore (5/7), Ali menyatakan bahwa ada kemungkinan seseorang berinisial K turut serta dalam kasus kekerasan seksual yang menjerat pengasuh ponpes bernama Anshari.
”Saya sudah komunikasi sama timnya Bang Hotman Paris. Bang ini bagaimana kalau ada, dugaan kami si K ini ikut serta. Sudah lama sudah tahu kok dibiarkan,” ungkap dia kepada awak media.
Kecurigaan itu muncul lantaran K sudah bertahun-tahun ikut bersama Anshari. Namun demikian, selama itu pula kasus kekerasan seksual yang dialami oleh para santriwati tidak pernah muncul. Baru belakangan ini kasus tersebut terungkap. Menurut dia, keterlibatan K perlu didalami. Mengingat yang bersangkutan tahu beberapa detail kejadian.
”Si K bertahun-tahun di situ, aku yakin pasti ada peristiwa hukum ikut serta (dalam perbuatan Anshari). Aku sudah ngobrol sama timnya abang (Hotman) kemarin, tak ungkap nanti. Dan si K itu, ini perlu dicatat penting nanti ini, si K itu tahu persis pada jam, pada saat si A (Anshari) ini tersangka ini melakukan (perbuatan) sebetulnya,” ucap dia.
Meski penanganan kasus yang diproses oleh Polresta Pati itu belum sampai pada pendalaman peran K, Ali tetap mengapresiasi langkah para penyidik. Sebab, setelah bertahun-tahun mandek, tiga bulan belakangan penanganan kasus tersebut mengalami perkembangan yang signifikan. Apalagi setelah beberapa jajaran di Polresta Pati diganti.
”Saya juga terima kasih Bang sama penyidik yang baru ini, karena saya masuk (mendampingi korban pada 2026) di situ ketika saya masuk di perkara ini penyidiknya baru, Bang. Penyidiknya baru, kanitnya baru, kasatnya baru, Bang. Nah kami pelajari baru, apa sih ini untuk perkara pencabulan ini,” ungkapnya.
Langkah itu diambil karena sejak kasus tersebut bergulir pada 2024, tidak ada perkembangan signifikan. Penangannya mentok sampai proses penyidikan. Tidak ada penetapan tersangka apalagi penangkapan pelaku. Setelah dia masuk, lanjut Ali, kasus itu ditangani cepat. Bahkan hari ini pelaku yang sempat kabur dan buron sudah berhasil ditangkap.
Sebelumnya diberitakan bahwa pelarian Ashari berakhir hari ini. Sempat buron dan memutus komunikasi, polisi meringkus kyai cabul itu di wilayah Wonogiri. Adalah Tim Satreskrim Polresta Pati yang berhasil membekuk pelaku kekerasan seksual terhadap banyak santriwati Ponpes Ndolo Kusumo tersebut.
Penangkapan pelaku menjadi titik terang bagi kasus kekerasan seksual yang tengah berjalan. Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengkonfirmasi keberhasilan timnya dalam memburu tersangka. Ashari ditangkap di daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur (Jatim) setelah mangkir dari panggilan penyidik.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
