
Tersangka kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim memberikan salam ke arah wartawan sebelum sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyoroti tuntutan 15 tahun penjara terhadap mantan konsultannya, Ibrahim Arief alias Ibam, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook.
Nadiem mengaku sedih dan bingung atas tuntutan 15 tahun penjara serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 16 miliar yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Ibam.
Menurut Nadiem, Ibam merupakan sosok profesional muda dengan idealisme tinggi yang memilih mengabdi kepada negara, meski harus menolak peluang karier di perusahaan teknologi global.
“Dari saksi-saksi, termasuk mantan eksekutif Google yang hadir di kementerian pada 2020, disebutkan bahwa tim kami, termasuk Ibam, justru sangat kritis. Bahkan Google sempat pesimis Chrome OS akan terpilih,” kata Nadiem disela-sela menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4).
“Saya sangat bingung bagaimana seseorang yang mengorbankan gaji lebih tinggi, menolak pekerjaan di luar negeri, dan memilih mengabdi kepada negara, bisa menghadapi tuntutan hampir maksimal," sambungnya.
Ia juga menyampaikan, generasi muda profesional agar mencermati kasus ini. Ia menekankan, Ibam merupakan seoran kepala keluarga yang mempunyai tanggungjawab besar kepada anak-anaknya.
“Saya ingin bicara kepada anak muda profesional, mohon cermati kasus ini. Kalau kita abaikan, siapa pun bisa mengalami hal serupa. Ibam is one of us. Dia seorang ayah, suami, dan profesional yang sedang berjuang,” tegasnya.
Sementara, kuasa hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir menilai keterangan para saksi telah memperjelas duduk perkara. Menurut Dodi, tidak terdapat kesepakatan antara Nadiem dan Google terkait penggunaan Chromebook di Kementerian Pendidikan dengan investasi Google di Gojek.
“Sudah terang bahwa tidak ada hubungan timbal balik antara kebijakan penggunaan Chromebook dengan investasi Google di Gojek. Investasi tersebut murni berdasarkan penilaian terhadap inovasi dan potensi Gojek,” jelasnya.
“Bahkan, Google sempat pesimis Chrome OS akan terpilih karena tim kementerian sangat kritis dalam proses evaluasi," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022