
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Faizal Ramadhani. (Satgas Damai Cartenz)
JawaPos.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menyatakan bahwa seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial OE alias ME tewas setelah ditembak karena melawan saat ditangkap pada Senin sore (20/4) di Kampung Wuyuki, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Berdasar catatan petugas, OE adalah anggota KKB yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasar Surat Nomor: DPO/S-34/04/IV/2024/Reskrim tertanggal 25 April 2024. Dia menjadi DPO setelah terlibat dalam penembakan yang menyebabkan Sertu Anumerta Ismunandar gugur pada 17 Maret 2024 lalu.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menegaskan, penindakan terhadap DPO tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam menindak tegas pelaku kejahatan bersenjata di Papua. Pihaknya ingin memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari segala bentuk ancaman.
”Penindakan terhadap DPO ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” kata dia pada Selasa (21/4).
Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama seluruh jajaran kewilayahan di Puncak Jaya terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain DPO tersebut. Langkah itu diambil untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Puncak Jaya tetap kondusif.
Menurut Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo, penindakan terhadap DPO dilakukan melalui proses yang terukur, berdasar pada hasil pemantauan di lapangan. Namun demikian, saat hendak ditangkap, DPO tersebut berusaha melawan.
”Saat akan diamankan, yang bersangkutan berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur,” ucap Yusuf.
Karena itu, petugas mengambil langkah cepat dengan melakukan tindakan tegas dan terukur. Menurut dia, tindakan itu merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Puncak Jaya.
Akibatnya, DPO mengalami luka tembak pada bagian ketiak sebelah kanan dan tembus sampai bagian badan belakang kanan. Sempat dievakuasi ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis, DPO tersebut dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.30 WIT.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
