Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 April 2026 | 17.57 WIB

Viral Ibu Korban Penyiraman Air Keras di Johar Baru Marah Pelaku Tak Ditahan, Polisi Jelaskan Status Hukum Pelaku

Ilustrasi korban penyiraman air keras. Antara - Image

Ilustrasi korban penyiraman air keras. Antara

JawaPos.com - Kemarahan seorang ibu meledak di media sosial setelah melihat kondisi anaknya, MR, 16, yang menjadi korban penyiraman air keras saat terlibat tawuran di Johar Baru, Jakarta Pusat. Meski insiden tersebut terjadi pada Februari 2026, rekaman curahan hati sang ibu kini viral dan memicu empati publik.

Dalam video yang beredar, sang ibu tampak emosional saat menceritakan bagaimana buah hatinya harus menderita akibat aksi kekerasan tersebut. Ia sangat menyesalkan lambatnya proses hukum dan keputusan pihak berwenang yang menangguhkan penahanan para pelaku.

Peristiwa nahas ini dipicu oleh ajakan "perang sarung" yang disepakati melalui Instagram antara dua kelompok remaja, Bocipan dan Wardul. Sekitar 15 remaja dari kelompok Bocipan berkumpul di Lapangan Timbul sebelum akhirnya bentrok di Jalan Johar Baru IVA sekitar pukul 21.30 WIB.

Di kubu lawan, pelaku berinisial AFZ diketahui meminjam gayung dari seorang saksi bernama AR. Gayung tersebut kemudian diisi dengan cairan kimia jenis HCL yang mematikan.

"Anak pelaku AFZ menuangkan cairan kimia HCL ke gayung dan bonceng motor anak pelaku RS alias Madan," ujar Kasat PPA-PPO Polres Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia Shinta, Senin (20/4).

Dalam kondisi ricuh, MR yang berada di barisan belakang menjadi sasaran empuk. "Saat tawuran anak pelaku mengejar anak korban yang lari paling belakang, dan anak pelaku MFZ menyiramkan cairan kimia dengan gunakan gayung ke arah wajah anak korban," jelas Kompol Rita.

Kondisi Korban dan Proses Hukum

Akibat siraman cairan kimia tersebut, MR mengalami luka bakar derajat dua dan kecacatan pada mata kiri. Ia sempat menjalani rawat inap di RSUD Tarakan sejak 27 Februari 2026, sebelum akhirnya menjalani rawat jalan per 18 Maret 2026.

Meski pelaku sempat ditahan sejak 1 Maret 2026, status penahanan mereka kini telah ditangguhkan sejak 15 Maret 2026. Hal ini yang kemudian memicu kekecewaan pihak keluarga korban.

Terkait status hukum, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tetap berjalan. Kompol Rita menyebutkan bahwa saat ini berkas perkara tengah berada di tangan jaksa untuk proses P21.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore