
Ratusan mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) hadiri forum terbuka di Taman Laku Luhur, terkait kasus kekerasan seksual, Selasa, Jakarta (14/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Suasana diskusi publik yang digelar BEM Universitas Budi Luhur (UBL) sempat memanas. Mahasiswa melayangkan protes keras setelah mendapati oknum dosen berinisial Y, yang diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswi berinisial A, masih terlihat hadir dalam acara resmi kampus.
Kehadiran terduga pelaku dalam perayaan HUT Universitas Budi Luhur tersebut memicu pertanyaan besar mengenai komitmen rektorat dalam menangani kasus ini. Mahasiswa menilai pihak kampus kurang tegas dalam melakukan pengawasan selama proses investigasi berjalan.
Wakil Ketua BEM UBL Zefanya Evandie Rifai mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyoroti bagaimana terduga pelaku masih bisa beraktivitas bebas, bahkan terekam dalam dokumentasi resmi media sosial kampus.
"Oke, ini kan tadi jelas Bapak, (yang bersangkutan) menghadiri HUT Universitas Budi Luhur, dari situ jelas divideokan dan dimediakan di IG kampus Budi Luhur, berdiri tegak dan masih menjabat tangan pejabat-pejabat lainnya. Lalu masih melakukan briefing (kepada organisasi)," ujar Vandie di depan jajaran rektorat.
Vandie juga menyentil lemahnya pengawasan internal kampus. Menurutnya, jika hal sepele seperti merokok saja bisa ditegur, seharusnya kasus dugaan kekerasan seksual mendapatkan atensi yang jauh lebih ketat.
Jawaban Rektorat: Terduga Pelaku Diminta "Puasa Medsos"
Menanggapi protes tersebut, Deputi Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama & Promosi UBL, Arief Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan instruksi khusus kepada dosen berinisial Y tersebut untuk membatasi aktivitasnya.
"Saya khususnya gitu, mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk puasa medsos. Puasa medsos itu maksudnya menyesuaikanlah dengan situasi yang ada. Fokuslah pada isu yang sedang dihadapi. Itu saya sampaikan langsung kepada yang bersangkutan," jelas Arief.
Ia juga mengakui adanya celah dalam sosialisasi kebijakan kampus ke jajaran di bawahnya dan berjanji akan melakukan introspeksi jika aktivitas terduga pelaku di lapangan dinilai masih melukai perasaan publik kampus.
Status Penonaktifan Tridharma

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
