
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengenakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Minggu (12/4/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Jumat (10/4)sore, roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, masih berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Semua kegiatan tapat, disposisi, dan tanda tangan dokumen berjalan sebagaimana mestinya. Namun, di balik meja kerja dan lembar-lembar kertas resmi, tersimpan mekanisme tekanan yang tak kasatmata.
Hal ini terungkap usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, bersama belasan anak buahnya.
Dilansir dari Antara pada Minggu (12/4), dalam Operasi tangkap tangan (OTT) ke-10 pada 2026 ini, membuka kotak pandora lapisan praktik korupsi yang bukan sekadar uang, melainkan kontrol psikologis yang dibungkus legalitas semu.
Kasus ini penting ditelaah bukan hanya karena nilainya berupa permintaan mencapai Rp5 miliar dengan realisasi sekitar Rp2,7 miliar, melainkan karena cara kerjanya. Ia menunjukkan bahwa korupsi terus berevolusi, menemukan celah baru ketika mekanisme lama mulai terbaca.
Di titik ini, publik tidak hanya dihadapkan pada pelanggaran hukum, tetapi juga krisis moral dalam tata kelola kekuasaan lokal.
Fenomena ini juga tidak berdiri sendiri. Sepanjang 2026, KPK telah melakukan sedikitnya 10 OTT, dengan sejumlah kepala daerah terseret, mulai dari wali kota hingga bupati di berbagai wilayah.
Polanya berulang, yakni pemerasan, pengaturan proyek, hingga manipulasi jabatan. Namun, Tulungagung menghadirkan satu varian baru yang lebih sistematis dan, dalam banyak hal, lebih mengkhawatirkan.
Jerat kuasa

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
