Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 06.32 WIB

Beda Inisial Terduga Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi Polisi dan TNI

Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com) - Image

Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com-Dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, polisi dan TNI sama-sama mengungkap inisial terduga pelaku. Namun, ada perbedaan di antara identitas yang diungkap oleh Polda Metro Jaya dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Berdasar keterangan yang disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers pada Rabu (18/3), ada dua terduga pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Yakni terduga pelaku berinisial BHWC dan MAK.

Kombes Iman memastikan bahwa terduga pelaku tersebut teridentifikasi dari hasil penyidikan yang mengedepankan metode scientific crime investigation. Diantaranya dengan memadukan data dan informasi dari rekaman CCTV dengan data milik kepolisian.

”Kami melakukan analisa secara mendalam dan scientific. Dari rekaman CCTV, ditemukan kecocokan identitas yang sangat kuat, mulai dari wajah pelaku hingga pakaian yang digunakan, yang identik dengan saat kejadian,” kata Iman kepada awak media.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu menyampaikan bahwa jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi para pelaku di balik aksi keji terhadap Andrie setelah bekerja keras beberapa hari belakangan.

”Berdasarkan keterangan 15 saksi dan sinkronisasi dengan database Polri, kami telah mengidentifikasi dua pelaku utama dengan inisial BHWC dan MAK,” jelasnya.

Iman mengungkapkan bahwa kunci utama pengungkapan itu berdasar pada penelusuran mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan jalur perlintasan terduga pelaku. Secara faktual, penyidik berhasil memetakan arah pergerakan pelaku, baik sebelum maupun sesudah kejadian.

Hasil analisa digital menunjukkan bukti krusial berupa wajah jelas salah seroang terduga pelaku yang terekam kamera sesaat sebelum beraksi. Dalam rekaman CCTV tersebut tampak jelas bahwa saat itu terduga pelaku belum menggunakan helm.

Sementara itu, Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur (Jaktim) mengungkap identitas 4 orang terduga pelaku. Seluruhnya merupakan personel dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Menurut Yusri, 4 orang terduga pelaku yang diserahkan oleh Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI tadi pagi berlatar belakang prajurit TNI AL dan TNI AU. Mereka berdinas di BAIS TNI dengan pangkat yang berbeda. Yakni tiga orang perwira pertama dan seorang bintara.

”Jadi, inisialnya (4 prajurit TNI itu) NDP pangkatnya kapten. Kemudian inisial SL pangkatnya lettu. Kemudian inisial PHW pangkatnya lettu. Kemudian yang terakhir inisial ES pangkatnya serda ya,” kata Yusri.

Puspom TNI memang belum mengungkap motif, tujuan serta pihak-pihak lain yang kemungkinan memberikan perintah sehingga 4 orang itu menyerang Andrie menggunakan air keras. Namun, mereka berjanji dalam penyidikan yang berjalan, motif dan tujuan tersebut akan dicari tahu. Termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual.

Yusri menyampaikan bahwa dalam rekaman CCTV yang beredar luas di masyarakat memang hanya tampak 2 orang terduga pelaku. Namun, dia menyatakan bahwa Denma BAIS TNI menyerahkan 4 orang terduga pelaku kepada Puspom TNI. Dari penyerahan itu, pihaknya akan melakukan penyidikan. Termasuk memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti.

”Nanti kami akan lakukan penyidikan lebih lanjut. Bagaimana peran dari masing-masing yang diduga tersangka tersebut. Kemudian terkait motivasi, tentunya kan kami perlu pendalaman lebih lanjut ya, karena kan baru tadi pagi diserahkan kepada kita penyidik,” kata dia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore