
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) telah mengirimkan baju dan helm milik Andrie Yunus kepada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri. Langkah itu diambil untuk mengetahui pasti jenis senyawa kimia pada cairan berbahaya yang digunakan terduga pelaku dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil koordinator KontraS itu.
Sebagaimana telah diketahui oleh publik, Andrie menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis tengah malam (12/3). Dia mengalami luka bakar serius dengan persentase mencapai 24 persen. Dari lokasi kejadian, penyidik Polres Metro Jakpus mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk diantaranya cairan berbahaya yang diduga digunakan oleh terduga pelaku untuk melukai korban.
”Selanjutnya, penyidik melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri dalam hal ini menindaklanjuti temuan barang bukti yang ada di TKP,” kata Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold E. P. Hutagalung pada Senin (16/3).
Koordinasi tersebut dilanjutkan dengan mengirimkan baju dan helm milik korban kepada Puslabfor Bareskrim Polri. Sebab, baju dan helm yang digunakan oleh korban meleleh dan rusak setelah terkena air keras. Barang bukti tersebut dikirimkan oleh penyidik kepada Puslabfor Bareskrim Polri pada Jumat (13/3), sehari setelah peristiwa penyiraman air keras terjadi.
”Pada tanggal 14 Maret 2026, (penyidik) melakukan pengiriman DVR CCTV yang berada di sekitar TKP ke Puslabfor Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sambung Reynold.
Selain itu, penyidik Polres Metro Jakpus juga mengirimkan barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusident Bareskrim Polri. Tujuannya untuk mencari dan mendapatkan sidik jari atau fingerprint terduga pelaku. Selanjutnya helm tersebut juga akan diperiksa oleh Puslabfor Bareskrim Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku.
Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis tengah malam (12/3).
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.
”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).
Dimas mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah dia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Podcast tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.
”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.
