
Bupati Rejang Lebong, Fikri Thobari. (YouTube Fikri Thobari Official)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menggelar ekspose dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Bengkulu, pada Senin (9/3).
Hasil ekspose itu menyatakan bahwa operasi senyap yang mengamankan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong naik ke tahap penyidikan.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengamini hasil ekspose itu telah menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka. Ia menyebut, sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Terkait dengan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu, tadi sore sudah dilakukan ekspose di tahapan pimpinan dan sudah diputuskan status hukum pada pihak-pihak yang diamankan, di mana KPK menetapkan lima orang tersangka dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut," kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3).
Budi belum mengungkap secara rinci identitas dari lima pihak yang telah ditetapkan tersangka tersebut.
Apakah dari kelima pihak itu terdapat nama Bupati atau Wakil Bupati Rejang Lebong yang turut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.
Ia hanya menyebut, kelima pihak yang ditetapkan sebagai tersangka berasal dari tiga pihak pemberi suap dan dua pihak sebagai penerima.
"Di mana lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah tiga sebagai pihak pemberi dan dua sebagai pihak penerima," tegasnya.
Meski demikian, Budi memberi isyarat bahwa Bupati Rejang Lebong menjadi salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Diduga terdapat penerimaan suap terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong yang melibatkan dirinya.
"Jadi, dari bukti-bukti awal yang didapatkan oleh tim, kemudian dilakukan ekspose, kita melihat konstruksi perkaranya terkait dengan suap proyek, yaitu dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong dari para pihak swasta," bebernya.
Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara dari OTT yang menyasar Bupati Rejang Lebong.
Ia menyatakan, KPK akan membeberkannya ke publik dalam konferensi pers yang akan digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (11/3) besok.
