Ilustrasi bayi dan boneka. (Freepik)
JawaPos.com - Pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat yang melakukan jual beli bayi. Praktik mengerikan itu dilakukan dengan melabeli setiap bayi dengan harga hingga puluhan juta per kepala.
Fakta tersebut terungkap dalam konferensi pers yang disampaikan oleh jajaran Bareskrim Polri pada Rabu (25/2). Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyampaikan bahwa melalui pengungkapan kasus tersebut, pihaknya berhasil menyelamatkan tujuh bayi.
”Tujuh orang bayi itu bukan jumlah yang sedikit karena ini terhitung nyawa, sehingga menjadi atensi khusus pimpinan kami untuk bisa mengungkap perkara ini,” kata dia tegas.
Adalah Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang berhasil mengungkap kasus tersebut. Mereka membongkar praktik jual beli bayi yang dilakukan secara terang-terangan melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook.
Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah mengungkapkan bahwa harga bayi yang diperjualbelikan bervariasi. Harga itu bergantung pada jalur transaksi. Apabila pembelian dilakukan langsung kepada ibu kandung, harganya relatif lebih rendah dibanding melalui perantara.
”Harga dari Ibu bayi Rp 8 juta sampai dengan Rp 15 juta. Kalau harga perantara Rp 15 sampai Rp 80 juta,” ucap Nurul.
Berdasar kasus yang berhasil diungkap oleh jajarannya, Nurul menyebutkan bahwa semakin banyak perantara, maka semakin tinggi harga bayi yang diperjualbelikan. Dalam kasus tersebut, Bareskrim Polri menyelamatkan tujuh orang bayi dari 12 orang tersangka.
”Telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 12 orang yang terdiri atas delapan orang dari kelompok perantara dan empat orang dari kelompok orang tua,” imbuhnya.
Tersangka dari kelompok perantara terdiri atas tersangka berinisial NH, LA, S, EMT, ZH, H, BSN, dan F. Sementara empat tersangka dari kelompok orang tua terdiri atas tersangka berinisial CPS, DRH, IP, dan REP. Para tersangka berjejaring di wilayah Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Bali, Kalimantan, Kepulauan Riau, sampai Papua.
Atas perbuatannya, 12 orang tersangka tersebut dijerat menggunakan Pasal 76F juncto Pasal 83 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 3 hingga 15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta sampai Rp 300 juta. Selain itu, mereka dijerat Pasal 6 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
