Ilustrasi kasus penganiayaan di Sukabumi seorang anak yang menyebabkan kematian. (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial tengah dihebohkan oleh video viral yang mengaitkan motif penganiayaan maut terhadap NS, 12, bocah asal Sukabumi, dengan kecemburuan sang ibu tiri. Narasi yang beredar menyebut pelaku tega bertindak keji karena sang suami dianggap lebih sayang kepada anak kandungnya.
Namun, setelah ditelusuri, informasi yang dibagikan akun Instagram @hasimashari.unh123 tersebut ternyata kabar bohong atau hoaks.
Video Kasus Pontianak Dicampur Aduk
Unggahan yang telah mendapat ribuan interaksi tersebut mencampuradukkan fakta. Video yang digunakan sebenarnya adalah potongan kasus pembunuhan bocah bernama Nizam di Pontianak yang terjadi pada 2024 silam.
Dalam video tersebut, tertulis narasi: "Motif ibu tiri akhirnya terungkap ternyata hanya karena suami lebih sayang kepada anak kandungnya," tulisnya.
Ibu kandung Nizam dari kasus Pontianak bahkan sampai turun tangan mengklarifikasi di kolom komentar karena merasa informasi tersebut menyesatkan.
"Tolong yg buat reels ini ditakedown dong, missinformasi Iho ini, beda kasus Iho ini, bukan kasus Nizam sukabumi, ini kasus Nizam anak saya yg 2024, tolong dong kalo mau naikin informasi dikroscek dulu ya," tulis @tiwi_sg21.
Tragedi Pilu NS di Sukabumi: Dipaksa Minum Air Panas?
Meski narasinya keliru, kasus yang menimpa Nizam Safei (NS) di Sukabumi memang nyata dan sangat memilukan. Bocah berusia 12 tahun ini mengembuskan napas terakhir dengan kondisi tubuh penuh luka bakar yang memprihatinkan.
Dugaan sementara yang memicu kemarahan publik adalah korban dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya sebelum meninggal dunia. Ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), mengaku sangat terpukul melihat kondisi sang anak saat pulang ke rumah.
Pengakuan Memilukan Korban Sebelum Meninggal
Anwar awalnya mendapat laporan dari istrinya bahwa NS hanya mengalami demam biasa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang jauh lebih mengerikan. Kulit NS melepuh di sekujur tubuh, mulai dari kaki hingga punggung.
Sebelum ajal menjemput di RSUD Jampangkulon, NS sempat memberikan kesaksian terakhir kepada ayahnya mengenai kekejaman yang dialaminya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
