Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku tak tahu pasti soal pejabat mana saja yang terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Ia mengaku tak tahu karena seharian ini berada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk rapat bersama sejumlah komisi.
"Saya nggak tahu, Anda yang lebih tahu. Saya di dalam rapat seharian," kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Menurut info yang ia dengar bahwa ada tiga pejabatnya yang terkena OTT KPK di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain itu juga, ia mendengar ada sebanyak 8 orang yang terkena OTT KPK di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), salah satunya berada di Lampung.
"Ada yang tiga (di Banjarmasin), di sini ada yang delapan yang dilampung katanya," tambahnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Operasi serupa juga dilakukan di Jakarta, pada Rabu (4/2).
Wakil Ketua KPK, Fitroh Nurcahyanto, menegaskan bahwa OTT di Jakarta merupakan perkara yang berbeda dengan operasi yang dilakukan di Banjarmasin. “Jadi hari ini ada dua OTT, satu di Banjarmasin dan yang kedua di Jakarta. Beda kasus,” kata Fitroh dikonfirmasi, Rabu (4/2).
Berdasarkan informasi yang diterima JawaPos.com. Para pihak yang ditangkap di Jakarta merupakan pejabat Bea Cukai Jakarta. Hal ini juga dibenarkan pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu).
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Budi Prasetiyo menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap koleganya yang di-OTT masih berlangsung. Terkait itu, pihaknya berkomitmen untuk tetap bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.
"Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat Bea Cukai," kata Budi dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Rabu (4/2).
"Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung. Kami masih mengikuti perkembangan lebih lanjut," tukasnya.
Hingga saat ini, KPK belum mengungkapkan lebih lanjut mengenai detail perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Jakarta.
Sementara, operasi tangkap tangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkaitan dengan dugaan penyimpangan restitusi pajak. Dalam giat penindakan tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk yang berasal dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin. “KPP Banjarmasin,” ucap Fitroh.
KPK memiliki waktu 1x24 jam dalam menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan. Tim penindakan KPK masih melakukan pemeriksaan intensif dari pihak-pihak yang diamankan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
