
Lokasi terdampak longsor di Bandung Barat diambil dari drone Avia Hybrid milik TNI AU. (TNI AU)
JawaPos.com - Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) mengerahkan drone Avia Hybrid untuk memantau dan memetakan area terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Drone tersebut digunakan untuk membantu pengumpulan data geospasial di lokasi terdampak bencana alam tersebut.
Menurut Kepala Pusgeosau Marsekal Muda TNI Ferdinand Roring, drone Avia Hybrid dapat diandalkan untuk melihat area terdampak bencana yang sulit dijangkau oleh Tim SAR Gabungan. Tidak hanya itu, perangkat tersebut mampu menghasilkan citra udara resolusi tinggi. Sehingga dapat digunakan untuk menganalisis kondisi medan serta luasan longsoran.
Dengan begitu, hasil pemantauan dan pemetaan udara melalui drone tersebut bisa menjadi bahan pendukung bagi pemerintah daerah (pemda) dan instansi terkait dalam upaya pencarian korban hilang, operasi SAR, maupun tahapan penanganan darurat bencana lainnya.
”Penggunaan drone Avia Hybrid memungkinkan pemantauan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi personel di lapangan,” kata Ferdinand dikutip pada Kamis (29/1).
Lebih lanjut, perwira tinggi (pati) bintang dua TNI AU itu mengungkapkan bahwa citra udara yang dihasilkan dari drone tersebut juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi jalur evakuasi, kondisi permukiman warga, serta infrastruktur yang terdampak longsor. Untuk itu, pihaknya berinisiatif mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.
”Keterlibatan TNI Angkatan Udara dalam penanggulangan bencana ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP), khususnya dalam mendukung bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana alam,” ujarnya.
Hari ini, Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi SAR dengan fokus pencarian 27 korban yang masih hilang. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan hal itu usai memimpin apel pelaksanaan operasi SAR hari ini. Dia menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian seperti kemarin.
”Kami akan melanjutkan kegiatan hari keenam ini mungkin tidak jauh berbeda seperti kemarin, di Sektor A1, Sektor A2, kemudian kami akan menyeberang ke Sektor B2,” terang dia kepada awak media.
Bramantyo dan timnya akan berusaha mengoptimalkan operasi SAR hari ini. Untuk itu, dia telah membagi Tim SAR Gabungan ke dalam beberapa regu. Baik personel Basarnas, TNI, Polri, maupun relawan, dan potensi SAR lainnya. Secara keseluruhan terdaftar nyaris 3 ribu orang personel di lokasi terdampak bencana.
”Memang sampai dengan hari ini permasalahannya seperti yang kita tahu di kondisi alam, cuaca ya. Jadi, mungkin kemarin kita tidak bisa maksimal walaupun kemarin sudah berhasil (menemukan dan mengevakuasi) 2 bodypack,” imbuhnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
