
Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi SAR di lokasi terdampak bencana longsor Bandung Barat. (Basarnas)
JawaPos.com - Tanah longsor yang disertai banjir bandang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan serius pada permukiman dan infrastruktur warga, serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Bencana alam ini menimbulkan dampak yang sangat luas, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material. Berdasarkan data terkini, total area terdampak mencapai sekitar 15,27 hektare. Hingga saat ini, 53 orang berhasil dievakuasi dan diselamatkan, sementara 27 korban lainnya masih dalam pencarian.
Kerusakan permukiman tergolong berat, dengan sedikitnya 30 rumah dilaporkan runtuh dan puluhan lainnya tertimbun material longsor. Selain itu, akses jalan utama menuju lokasi bencana terputus di berbagai titik, sehingga menghambat proses evakuasi serta distribusi bantuan bagi para korban.
Menanggapi situasi darurat ini, Chairman of Sany Asia Pacific, Zhang Song, memberikan perhatian penuh dengan segera mengoordinasikan langkah-langkah penanganan bencana. Sany Indonesia menyiapkan empat unit ekskavator untuk membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya tanggap darurat.
Dua unit alat berat telah lebih dulu diterjunkan ke lokasi bencana guna mempercepat proses evakuasi, pemindahan korban, serta pembersihan material longsor dan lumpur.
Deputy GM and Director Government Affairs SANY Heavy Industry Indonesia, Saanjay Shamdasani, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan wujud tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan negara.
“Kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak sangat parah dan memutus akses transportasi di banyak titik, sehingga menimbulkan tantangan besar bagi proses evakuasi korban dan pengiriman serta pengalokasian bantuan. Melalui kerja sama erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), SANY Heavy Industry Indonesia memberikan dukungan peralatan untuk mempercepat proses penanggulangan darurat tersebut,” jelas Saanjay dalam keterangannya, Senin (2/2).
Tidak hanya menyediakan alat berat, Sany Indonesia juga menurunkan tim Government Relations ke lokasi bencana. Tim tersebut berada langsung di lapangan dan bermalam bersama personel BASARNAS serta perwakilan Kementerian PU guna memastikan koordinasi berjalan optimal dan respons terhadap kebutuhan darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Yan Sui menambahkan bahwa Sany Group Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, pada 2 Desember 2025, Sany telah mengerahkan 13 unit alat berat, termasuk ekskavator dan wheel loader, untuk membantu penanganan bencana serta pembukaan akses jalan di Pulau Sumatera. Ia berharap, melalui kolaborasi yang semakin solid, respons tanggap darurat di Cisarua dapat berjalan lebih efisien dan berdampak maksimal bagi masyarakat terdampak.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
