
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas jadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadikan mantan menteri agama (menag), Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji. Bukan hanya menambah daftar menteri era Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang terseret kasus korupsi, kasus itu dinilai telah menunjukkan degradasi moral.
Dalam siniar pada kanal YouTube Anhar Gonggong Official dan Reform Syndicate, sejarawan Anhar Gonggong turut menyoroti korupsi yang terjadi di Kementerian Agama (Kemenag) dan menyeret beberapa menteri agama (menag). Mulai kasus korupsi pengadaan mushaf Al-Qur’an sampai korupsi pembagian kuota haji yang tengah ramai menjadi sorotan publik.
”Padahal seharusnya semua orang yang bekerja di departemen agama itu adalah orang yang punya moral yang sangat tinggi dan tidak akan goyah dengan apapun. Tapi, ternyata apa yang terjadi, menterinya saja korup,” ucap Anhar dalam siniar yang ditayangkan pada 17 Desember 2025 tersebut.
Menurut Anhar, pembagian kuota haji tidak akan menjadi masalah bila memang dilaksanakan sesuai dengan aturan. Namun, karena ada penyelewengan, muncul ribut-ribut hingga akhirnya KPK bergerak dan menetapkan sejumlah tersangka. Termasuk diantaranya Yaqut yang kala itu mendapat kepercayaan menjadi salah seorang pembantu presiden di Kemenag.
”Yang terakhir ini kan ribut tentang pembagian kuota haji, iya kan. Kalau memang berjalan benar, tidak perlu ada ribut-ribut seperti itu,” kata dia.
Karena itu, Anhar menyampaikan bahwa para pejabat dan pemegang kekuasaan yang disumpah menggunakan kitab suci tidak lantas berarti akan taat. Dia menyebut, fakta-fakta kasus korupsi dan penyelewengan kewenangan sudah banyak terjadi. Saat dilantik sebelum menjabat, pelakunya disumpah menggunakan kitab suci. Termasuk menteri agama.
”Kalau sudah menteri agama rusak seperti itu, siapa lagi yang baik agamanya,” kata dia.
Atas kondisi itu, Anhar menyampaikan bahwa bila moralitas para pejabat Indonesia dan para pemegang kekuasaan tidak baik, tidak berani jujur dan tidak memiliki kemampuan untuk jujur, maka Indonesia tidak akan kemana-mana. Indonesia akan tetap berjalan di tempat lantaran para pejabat yang diberi oleh mandat oleh rakyat bisa berkhianat.
”Apa yang mau saya katakan dengan ini, selama moralitas kita tidak berani jujur, terutama para pemegang kekuasaan, tidak memiliki kemampuan untuk berani jujur, kita hanya akan berjalan di tempat,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
