
Ilustrasi mayat.
JawaPos.com - Polda Banten mengungkap kronologi di balik pembunuhan anak politisi PKS berinisial MAMH yang masih berusia 9 tahun. Sebelum ditusuk beberapa kali oleh pelaku berinisial HA, korban sempat melawan. Dia menendang kemaluan dan lutut pelaku ketika kepergok mencuri di rumah korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Dian Setyawan menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada 16 Desember 2025. Saat itu, hujan deras turun. Pelaku mendatangi rumah politisi PKS di Perumahan BBS 3 Cilegon. Menurut Dian, pelaku memilih rumah itu secara ajak.
”Pelaku adalah pelaku tunggal, melakukan pencurian di rumah yang dijadikan sasaran secara acak. Modusnya adalah yang bersangkutan memencet bel sampai 3-4 kali, apabila tidak ada yang merespons dianggapnya itu adalah rumah kosong,” kata Dia.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu mengungkap waktu kejadian pembunuhan korban terjadi antara pukul 13.17 WIB-13.42 WIB. Setelah memencet bel sebanyak 4 kali dan tidak ada yang merespons, pelaku langsung tiang di samping pos satpam.
Setelah berhasil masuk, lanjut Dian, pelaku langsung menuju ke lorong sebelah kiri kemudian mencongkel jendela di kamar asisten rumah tangga. Dia mengaku aksi pelaku cukup rapi. Selain sudah menyusun rencana dan berbagai alternatif, pelaku beraksi menggunakan masker, helm full face, sepatu, hingga sarung tangan.
Dari kamar asisten rumah tangga, pelaku masuk ke lantai 1 rumah mewah itu dan mendapati brankas besar. Pelaku berusaha membuka brankas itu, namun setelah diotak-atik tidak berhasil dibuka. Dia kemudian naik ke lantai 2 dan mendapati korban sedang bermain telepon genggam di atas kasur di salah satu ruangan.
”Pelaku memberikan kode (kepada korban) untuk diam. Selanjutnya sempat nanya Ayahmu dimana? Korban sempat menjawab, keluar. Tahu kunci brankas ditaruh di mana? Korban sempat menjawab, tidak tahu,” jelas Dian.
Korban kemudian menyampaikan bahwa kakaknya yang sedang berada di kamar mungkin tahu keberadaan kunci brankas itu. Namun, pelaku malah merangkul korban dan membawanya ke kamar utama. Semula, pelaku hendak melakban korban. Namun korban melawan.
”Korban melakukan perlawanan yaitu dengan cara 2 kali menendang kemaluan pelaku, menendang lutut dan siku. Dari situ pelaku langsung menusuk korban,” terang Dian.
Setelah menusuk korban, pelaku tidak langsung melarikan diri. Dia kembali ke lantai 1, tempat brankas berada sehingga pada brankas tersebut ditemukan bercak darah. Karena kembali gagal membobol brankas tersebut, pelaku melarikan diri melalui kamar asisten rumah tangga dan melompat pagar.
Meski Closed Circuit Television (CCTV) rumah korban dalam keadaan mati, polisi mendapatkan rekaman CCTV lain. Dari rekaman itu tertangkap jelas korban menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna biru dan hitam, menggunakan helm berwarna biru, jaket hitam, celana jeans, dan sepatu safety. Pelaku masuk pukul 13.17 WIB dan keluar pukul 13.42 WIB.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
