
Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, membantah merugikan negara hingga Rp 285 triliun dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
Kerry mengaku heran dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung yang menyebut dirinya menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,9 triliun dalam penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT OTM oleh PT Pertamina. Menurutnya, angka tersebut bukan kerugian negara, melainkan total nilai kontrak penyewaan terminal BBM selama 10 tahun.
"Di dalam dakwaan, saya dituduh merugikan negara 2,9 triliun atas penyewaan TBBM OTM saya. Angka ini adalah total nilai kontrak sewa saya selama 10 tahun," kata Kerry di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/12).
Anak dari pengusaha minyak Riza Chalid itu menjelaskan, selama masa kontrak tersebut, ia telah melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai penyedia jasa.
Sementara itu, Pertamina juga disebut telah menerima manfaat penuh sebagai pengguna jasa, karena tangki BBM milik OTM digunakan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi negara.
Ia merinci, tagihan sewa yang diajukan kepada Pertamina mencapai sekitar Rp 24 miliar per bulan. Sementara berdasarkan perhitungannya, negara justru menghemat Rp 145 miliar per bulan dari penyewaan tersebut.
"Saya heran dan bingung, kenapa saya didakwa merugikan negara atas jasa yang telah saya berikan, jasa yang diterima manfaatnya oleh Pertamina, jasa yang disepakati oleh kedua belah pihak," tegasnya.
Kerry juga mempertanyakan dasar penetapan kerugian negara, mengingat seluruh pekerjaan, kata dia, telah dilakukan sesuai perjanjian dan disepakati oleh kedua belah pihak. Ia menekankan bahwa kontrak tersebut benar-benar ada dan dijalankan sesuai ketentuan.
"Ini bukan kontrak fiktif, ini adalah kontrak nyata," ujarnya.
Karena itu, Kerry meminta publik dan media untuk terus mengawal proses persidangan agar fakta-fakta terkait pelaksanaan kontrak sewa tersebut menjadi pertimbangan utama majelis hakim dalam memutus perkara.
"Saya harap teman-teman bisa mengawal persidangan saya, agar fakta-fakta seperti ini menjadi pertimbangan dalam proses hukum yang saya lalui," pungkasnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
