
Pesepak bola asal Bandung, Rizky Nur Fadhilah. (ISTIMEWA).
JawaPos.com - Kasus kepergian Rizki Nur Fadhilah, remaja asal Kabupaten Bandung, mendadak viral setelah ramai disebut sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Namun, perkembangan terbarunya justru memunculkan fakta yang jauh berbeda dari dugaan awal.
Polresta Bandung memastikan Rizki kini berada di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dan dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot.
“Rizki sudah berada di KBRI Phnom Penh, yang mana masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Olot di Bandung, Rabu (19/11).
Rizki sebelumnya dikenal sebagai pesepakbola muda dari Dayeuhkolot. Namanya mendadak jadi perbincangan lantaran dikabarkan terjebak dalam jaringan TPPO dan dipaksa bekerja di sindikat online scam di Kamboja.
Tetapi laporan resmi KBRI Phnom Penh justru mematahkan banyak asumsi publik. Dalam keterangan pers yang mereka rilis, Rizki datang ke KBRI pada Rabu (19/11) sekitar pukul 06.00 waktu setempat dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.
“RNF memohon fasilitasi KBRI agar dapat kembali ke tanah air setelah keluar dari sindikat penipuan daring di mana dia sebelumnya bekerja,” tulis KBRI dalam keterangan resminya.
Setelah dilakukan pendalaman, terungkap bahwa Rizki berangkat ke Kamboja bukan karena tipu muslihat atau paksaan, melainkan atas kehendaknya sendiri setelah mendapatkan tawaran pekerjaan dari media sosial.
Lebih jauh, KBRI menjelaskan bahwa selama proses perekrutan hingga selama bekerja, Rizki tidak mengalami kekerasan.
“RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan. Tidak terdapat pula kekerasan fisik saat yang bersangkutan berada di sindikat penipuan daring di Sihanoukville,” tulis KBRI.
Berdasarkan fakta-fakta itu, KBRI menyimpulkan bahwa Rizki tidak terindikasi sebagai korban TPPO. Saat ini, pihak KBRI tengah mengurus dokumen perjalanan untuk memulangkannya serta berkoordinasi dengan otoritas setempat agar proses kepulangannya dapat dipercepat.
Di Indonesia, sejumlah pihak sudah menyatakan kesiapannya membantu kepulangan Rizki, sementara kasus ini menjadi sorotan luas karena dianggap mencerminkan maraknya fenomena lowongan kerja "impian" di media sosial yang ternyata berujung jebakan.
KBRI pun mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh warga negara Indonesia agar lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang terdengar “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”.
Mereka mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap lowongan bergaji besar, pekerjaan mudah, dan minim syarat, terutama yang beredar di platform media sosial.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
