Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 November 2025 | 15.00 WIB

Viral Kelakuan Gus Elham Cium Anak Kecil Disebut Pelecehan Terhadap Anak dengan Modus Berkah

Gus Elham mengakui kesalahannya dan minta maaf ke publik atas tindakannya menciumi anak perempuan, yang dituding sebagai pelecehan terhadap anak.(Instagram:ellhamyahya). - Image

Gus Elham mengakui kesalahannya dan minta maaf ke publik atas tindakannya menciumi anak perempuan, yang dituding sebagai pelecehan terhadap anak.(Instagram:ellhamyahya).

JawaPos.com - Aksi Gus Elham Yahya mencium sejumlah anak kecil viral di media sosial. Dalam video dan foto yang beredar di media sosial, Gus Elham terlihat menciumi anak kecil pada bagian pipi, namun pada foto lainnya terlihat dia seperti menciumi bagian bibir dari si anak.

Tindakan Gus Elham ini mendapat kritikan keras dari netizen di media sosial. Banyak dari mereka menyebut apa yang dilakukannya merupakan pelecehan terhadap anak dengan modus mendapatkan berkah kiai.

Salah satu yang berkomentar keras terhadap aksi menciumi anak kecil yang dilakukan pencemarah muda asal Kediri, Jawa Timur itu adalah penulis naskah skenario, Andi Atthira. 

"Apakah orang tua anak anak ini juga mengharap berkah dari seorang yang disebut 'GUS'. Ini perilaku menyimpang yang dinormalisasi karena berlindung dibalik berkah," tulis Andi Atthira dalam unggahanya di Threads.

Dia mengingatkan siapapun apalagi seorang penceramah yang seharusnya menebar kebaikan, kebijaksanaan dan hikmah, untuk tidak sembarangan dalam mencium anak perempuan. Karena hal itu bisa termasuk kategori pelecehan terhadap anak.

"Jangan anggap wajar penyimpangan yang dipertontonkan atas nama demi memperolah berkah anak Kyai. Ini pelehan terhadap anak, tidak bisa dinormalisasi. Saya sependapat dengan netizen netizen ini," paparnya.

Tindakan Gus Elham yang kerap menciumi anak kecil juga mendapat kritikan tegas dari Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i. Dia meminta aksi menciumi anak oleh Gus Elham untuk dihentikan. Sebab, perbuatan itu tidak pantas untuk dilakukan oleh siapapun, apalagi oleh seorang pencemarah.

"Saya kira saya sepakat dengan pendapat publik itu dan ini harus dihentikan,” kata Muhammad Syafi’i.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore