
Polri bersama jajaran menyampaikan keterangan mengenai temuan 2 kerangka manusia di Gedung ACC, Kwitang, Senen, Jakpus. Polisi memastikan 2 kerangka manusia itu adalah Farhan dan Reno. (Komnas HAM)
JawaPos.com - Aparat kepolisian mengungkap identitas 2 kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Setelah melalui pengambilan dan pencocokan sampel DNA, polisi memastikan bahwa kedua kerangka manusia itu adalah M. Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo. Keduanya merupakan 2 pendemo yang hilang akhir Agustus lalu.
Kepala Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan pemeriksaan setelah Rumah Sakit Polri Kramat Jati mendapatkan data post mortem dari 2 kerangka manusia yang ditemukan oleh aparat kepolisian di Gedung ACC Kwitang beberapa waktu lalu.
Brigjen Summy Hastry menyampaikan bahwa pihaknya menerima kantong jenazah berisi kerangka manusia yang sudah tidak lengkap keadaannya akibat kebakaran. Dia pun memastikan, waktu kematian saat pemeriksaan dilakukan sudah lebih dari satu bulan. Baik kerangka manusia pada kantong jenazah nomor 0080 maupun kantong jenazah nomor 0081.
”Pada kantong jenazah nomor 0080, kami melakukan pemeriksaan identifikasi sekunder, yaitu pemeriksaan tulang tengkorak dan panggul, ditemukan jenis kelamin laki-laki ras mongoloid dan pemeriksaan tulang panjang perkiraan tinggi badan 158-168 sentimeter,” kata dia.
Selanjutnya juga dilakukan identifikasi pada bagian gigi, pengambilan sampel DNA dari tulang. Hasilnya kerangka manusia pada kantong jenazah nomor 0080 dinyatakan cocok dengan sampel DNA dari data ante mortem nomor 002. Yakni data ante mortem milik keluarga Reno, salah seorang korban hilang pasca demo akhir Agustus lalu.
”Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa nomor post mortem 0080 cocok dengan ante mortem 002, sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” kata Summy Hastry.
Sementara itu, terhadap kerangka manusia pada kantong jenazah nomor 0081 dilakukan pemeriksaan identifikasi sekunder. Yakni pemeriksaan perhiasan yang ditemukan berupa kalung dan kepala ikat pinggang. Juga dilakukan pemeriksaan primer melalui sampel tes DNA yang sudah diterima oleh Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
”Hasil pemeriksaan DNA dari tulang nomor post mortem 0081 cocok dengan ante mortem 001, sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamid,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
